Malut, Investigasi.News-, Suasana sore di sekitar Jalan Trans Fala-Lekosula di kabupaten Kepulauan Sula, tepatnya di depan Madrasah Ibtidaiyah, sempat mendadak mencekam pada Sabtu (03/10/2026). Pasalnya, wilayah tersebut dilaporkan mengalami dua kali insiden kebakaran lahan milik warga dalam waktu yang berdekatan.
Dari informasi yang dihimpun media ini, kronologi kejadian Kebakaran Pertama (Pukul 16.52 WIT): Titik api pertama kali terlihat membakar area kebun warga masyarakat setempat. Warga sekitar yang sigap melihat kobaran api langsung melapor kepada personel tim safety (HSE-MTP) yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi.
Catatan Redaksi: HSE adalah Health, Safety, and Environment (Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan).
Respon Cepat Tim Safety yang mendapat laporan dari warga dan rekan sesama safety, tim langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal guna mencegah api merembet ke permukiman dan fasilitas sekolah. Berkat kesigapan tersebut, api pertama berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.00 WIT.
Kemudian terjadi lagi Kebakaran Kedua, yang waktunya tidak berselang lama dari kebakaran yang pertama, setelah situasi dinyatakan aman dan tim bersiap kembali, laporan susulan diterima terkait munculnya titik api kedua di area kebun yang tidak jauh dari lokasi pertama. Diduga faktor cuaca panas atau sisa bara api yang belum sepenuhnya padam menjadi pemicu munculnya kobaran kedua ini.
Sementara itu, media ini mendapat informasi terkait penanganan dan situasi terkini, bahwa Tim HSE-MTP bersama warga setempat kembali berjibaku melakukan pemadaman susulan guna memastikan tidak ada lagi sisa api yang dapat memicu kebakaran selanjutnya atau jilid ketiga.
Berkat koordinasi yang cepat antara warga dan tim safety, kedua insiden tersebut berhasil ditangani dengan baik tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang besar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di sekitar Jalan Trans Fala-Lekosula untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang rentan memicu kebakaran lahan, serta segera melapor jika melihat potensi titik api baru”, sebut salah satu personil HSE-MTP.













