Banner iklan

Sampah Berserakan di Jantung Kota Sarmi, Kinerja Dinas Kebersihan Dipertanyakan

More articles

Sarmi, Investigasi.News — Wajah ibu kota Kabupaten Sarmi, Papua, kembali disorot. Tumpukan sampah terlihat berserakan di sejumlah titik kawasan perkotaan, termasuk di sepanjang jalan protokol Mararena–Sarmi Kota. Kondisi tersebut bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga memunculkan keluhan warga terkait kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Pantauan Investigasi News, Selasa (30/9), memperlihatkan sampah plastik, sisa makanan, serta limbah rumah tangga menumpuk di sejumlah sisi jalan dan saluran drainase. Sebagian sampah tampak berserakan dan diduga telah berada di lokasi tersebut dalam waktu cukup lama.

Ironisnya, kondisi tersebut terlihat di kawasan yang seharusnya menjadi etalase Kabupaten Sarmi. Jalan protokol yang menjadi akses utama masyarakat justru dipenuhi pemandangan sampah yang mencoreng wajah kota.

Sejumlah warga mempertanyakan keberadaan dan kinerja Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sarmi. Mereka menilai persoalan sampah semestinya tidak dibiarkan berlarut-larut, terlebih jika tumpukan sampah sudah mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat.

“Ini jantung kota, Boss. Ini wajah Sarmi. Kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, siapa yang bertanggung jawab? Kami ingin kota bersih, bukan setiap hari melihat sampah berserakan,” keluh seorang warga.

Keluhan tersebut juga menyentil efektivitas pengelolaan persampahan di Kabupaten Sarmi. Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan pelayanan kebersihan benar-benar berjalan di lapangan, mulai dari pengangkutan hingga pengawasan terhadap titik-titik pembuangan sampah.

Persoalan ini menjadi penting karena pengelolaan sampah berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta wajah daerah. Jika dibiarkan, tumpukan sampah berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menyumbat drainase, menjadi sumber berkembangnya berbagai vektor penyakit, serta mencemari lingkungan.

Karena itu, warga meminta Bupati Sarmi mengevaluasi pelayanan kebersihan, terutama pada kawasan pusat kota dan jalur protokol. Evaluasi dinilai diperlukan untuk memastikan apakah sistem pengangkutan, petugas lapangan, sarana prasarana, hingga pengawasan pengelolaan sampah telah berjalan sebagaimana mestinya.

“Jangan tunggu sampah menumpuk semakin parah baru ada tindakan. Pemerintah harus turun melihat langsung kondisi di lapangan. Kota ini harus dijaga karena ini wajah Kabupaten Sarmi,” tegas warga lainnya.

Masyarakat juga meminta Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab sampah menumpuk, frekuensi pengangkutan, ketersediaan armada, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sarmi belum berhasil dikonfirmasi terkait kondisi tersebut.

Sampah berserakan di jantung Kota Sarmi. Kondisi di sepanjang jalan protokol Mararena–Sarmi Kota diduga telah berlangsung cukup lama dan membutuhkan respons serius pemerintah daerah. (Jhonsa) 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest