Malu, Investigasi.News-, Berbeda dengan group media sosial (medsos) lainnya yang cenderung tendensius dalam menyikapi suatu persoalan, komunitas WhatsApp/WA group ’Sula Negeriku’ yang beranggotakan ratusan orang dari Kepulauan Sula, baik yang berdomisili di Sula maupun di perantauan, nyatanya mampu memberikan sumbangsih pemikiran maupun ide, gagasan serta masukan yang konstruktif atas persoalan yang ada ditengah masyarakat.
Hal demikian terbukti tadi, Sabtu 6 Juni 2026, saat members group yang dalam beberapa hari belakangan ini berpolemik menyangkut layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kepulauan Sula, diskusi yang terus berkembang berawal dari postingan kantor berita menyangkut warga Kepulauan Sula yang mengeluhkan layanan PDAM di Sanana, group WA ini memang terbiasa mendapat share berita, khususnya berita lokal Kepulauan Sula, maupun isu nasional.
Diskusi terus mengalir, perdebatan juga tidak dapat dielakkan, apa lagi muncul berita bantahan dari Direktur PDAM, hal demikian semakin mematik polemik atas suatu persoalan publik.
“Kita harus bangga ternyata group WA ini (Sula Negeriku-red) tidak sekedar berdebat panas, tapi juga mampu memberikan ide, gagasan maupun masukan yang konstruktif”, ujar salah satu penghuni group (6/6).
Masukan terhadap dinamika PDAM Sula datang dari nomor contact +62 821-9722-XXXX yang diketahui sebagai Bapak Safidin Silayar yang berstatus sebagai ’pia sua rantau’ (orang Sula di Perantauan), beliau dengan gamblang merincikan persoalan yang dialami PDAM Sula berdasarkan pengamatannya, kemudian disertai dengan solusi atau masukan yang konstruktif.
Secara garis besar Pak Safidin melihat sarana dan prasarana PDAM Sula yang sudah lapuk dimakan usia, karena memang dari zaman kecamatan sampai dengan Sula menjadi perkotaan atau PDAM Sula sudah mulai melayani orang kota, sarana dan prasarana itu belum juga dipugar, khususnya pipa dalam tanah dan mesin pompa air yang diandalkan untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga.
Dalam masukannya, Pak Safidin menawarkan sedikitnya 4 poin atau langkah yang harus diperhatikan PDAM Sula, yakni: Mengganti Jaringan Primer Dalam Kota, Mencari atau menambah Sumber Air Baru, Menertibkan Meter Sambungan Rumah (SR), dan Maksimalkan IPA (Instalasi Pengolahan Air) dan Mengurangi Water Loss.
4 Poin masukan ini lantas di breakdown secara detil oleh Pak Safidin yang lantas banyak membuat members group WA Sula Negeriku berdecak kagum.
“Saya pikir masukan dari beliau perlu diperhatikan oleh PDAM Sula, apa lagi Pak Direktur juga ada dalam group“, pungkas anggota group Sula Negeriku.
Apa yang disampaikan Pak Safidin Silayar, terkait polemik layanan PDAM Sula bukan hanya mendapat acungan jempol dari para anggota group, admin group langsung memberikan apresiasi berupa ’Sula Solution Award Juni 2026′, meski semua hanya berlangsung didunia maya, namun kepedulian, maupun masukan yang konstruktif atas persoalan yang dihadapi masyarakat maupun pemegang kebijakan di Sula, patut diapresiasi.
“Patut diapresiasi, peserta group yang tidak hanya pandai mengindentifikasi masalah, tapi juga menawarkan ide, maupun solusi yang relevan, dan muaranya semua untuk kemajuan daerah tercinta Dad Hia Ted Sua”, tanda admin group (6/6).
Menurut admin, penghargaan yang ringan ini, berharap bisa dijadikan motivasi untuk membangun budaya diskusi yang sehat di media sosial.
“mengkritik adalah hak setiap warga negara, namun menghadirkan solusi adalah kontribusi yang bernilai”, tutup admin group Sula Negeriku.



