KOTA SOLOK – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM, mendorong percepatan transformasi digital di tingkat nagari melalui kegiatan Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok yang digelar di Hotel Primer Kota Solok, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan itu diikuti oleh 100 peserta, terdiri dari operator website dari 74 nagari di Kabupaten Solok serta 26 peserta lainnya yang berasal dari kalangan pegiat media sosial, pendamping literasi digital, dan kreator digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok, Yunarti Sahara, SH., MH, mewakili Kepala DPMN Kabupaten Solok, Wakil Rektor II Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM, serta Ketua Pelaksana kegiatan Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH.
Dalam sambutannya, Yunarti Sahara mengapresiasi inisiatif Nurfirmanwansyah yang akrab disapa Ustad Anca dalam mendorong pengembangan Smart Village di Kabupaten Solok. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan digital yang tengah dikembangkan di Sumatera Barat.
“Program Smart Village sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadikan Kabupaten Solok sebagai salah satu percontohan pengembangan Smart Village di Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMMY Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam mendukung transformasi digital nagari. Menurutnya, keterlibatan kampus merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan Smart Village. Perguruan tinggi harus hadir memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” katanya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yendi Putra, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada pengelolaan website nagari, literasi digital, keamanan informasi, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan teknologi AI untuk mendukung pelayanan publik.
“Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat hingga ke tingkat nagari. Harapannya, website nagari tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi sarana pelayanan publik yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Nurfirmanwansyah menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, harus direspons dengan kesiapan sumber daya manusia dan sistem pemerintahan yang adaptif.
“Smart Village bukan sekadar memiliki website. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efektif, dan mudah diakses masyarakat,” katanya.
Menurut Nurfirmanwansyah, digitalisasi pelayanan publik akan memberikan berbagai manfaat, mulai dari kemudahan akses informasi, efisiensi administrasi pemerintahan, hingga peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok.
“Pendidikan, literasi digital, dan penguasaan teknologi menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, transformasi digital harus dimulai hingga ke tingkat nagari,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai pengelolaan website nagari, pemanfaatan AI dalam pelayanan publik, penguatan literasi digital, serta peluang kolaborasi antara pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan komunitas digital.
Melalui program ini, Nurfirmanwansyah berharap seluruh nagari di Kabupaten Solok mampu menjadi nagari yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki sistem pelayanan publik berbasis digital, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wahyu










