Solok Selatan – Semangat untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik ditunjukkan oleh Rafdinal, seorang penyandang disabilitas asal Jorong Taratak Bukareh, Nagari Pauh Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauh Duo. Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, Rafdinal tetap berupaya mengembangkan kemampuan dan keterampilan agar dapat hidup mandiri serta berkontribusi di tengah masyarakat.
Kesempatan berharga datang ketika Rafdinal terpilih mengikuti pelatihan keterampilan di STIS Bogor. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan penyandang disabilitas agar memiliki bekal keterampilan yang dapat menunjang kemandirian ekonomi dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Keberangkatan Rafdinal menuju Bogor mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Camat Pauh Duo, Aig Wadenko, bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pauh Duo, Metrazoni, turut mendampingi serta memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Menurut Aig Wadenko, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan mengembangkan potensi diri, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, pemerintah kecamatan terus mendorong lahirnya program-program yang mampu membuka akses pendidikan, pelatihan, dan kesempatan kerja bagi kelompok rentan.
“Penyandang disabilitas memiliki potensi yang luar biasa. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang memberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Bagi Rafdinal, pelatihan di STIS Bogor bukan sekadar kegiatan peningkatan keterampilan, melainkan langkah awal untuk mewujudkan cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik. Dengan tekad yang kuat, ia mengikuti setiap tahapan pelatihan sebagai bekal menghadapi tantangan di dunia kerja.
Kisah Rafdinal menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi. Dukungan keluarga, pemerintah, serta masyarakat menjadi faktor penting yang mendorong penyandang disabilitas untuk percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Perjalanan Rafdinal juga menjadi bukti bahwa akses yang setara terhadap pendidikan dan pelatihan dapat membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk hidup lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. Dengan semangat yang dimilikinya, Rafdinal diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk tidak menyerah dalam mengejar impian.













