Sorong, Investigasi.news – Bahu jalan di ruas Jalan Lingkar Sorong, Papua Barat Daya, ambles dan memunculkan kekhawatiran warga. Proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah itu kini menuai sorotan dan dugaan kegagalan konstruksi, mengingat kerusakan terjadi belum lama setelah pekerjaan rampung pada tahun 2024 lalu.
Menanggapi kondisi tersebut, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Wilayah II Sorong, Bob Mayau, angkat bicara dan memberikan klarifikasi melalui pesan tertulis WhatsApp kepada wartawan media ini.
“Kami sudah identifikasi kerusakan yang terjadi. Penyebabnya adalah gerusan air saat masa pelaksanaan proyek,” tulis Bob.
Ia menambahkan, karena pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan, pihaknya telah menyurati penyedia jasa agar segera melakukan perbaikan.
“Kami sudah menyurati penyedia jasa. Mereka juga telah menyanggupi untuk melakukan penanganan. Namun pelaksanaannya masih menunggu desain teknis yang sesuai dengan kondisi lapangan agar kejadian serupa tidak terulang,” lanjutnya.
Menurut informasi yang dihimpun, proyek jalan nasional semacam ini wajib disertai jaminan pemeliharaan atau jaminan pelaksanaan konstruksi yang menjadi bentuk tanggung jawab rekanan terhadap mutu hasil pekerjaan.
Jaminan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi.
Jaminan pelaksanaan dan jaminan pemeliharaan diberikan oleh penyedia jasa melalui bank atau perusahaan penjamin sebagai bentuk kesanggupan memperbaiki kerusakan jika ditemukan cacat mutu, kerusakan struktur, atau kegagalan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu.
Dengan adanya jaminan ini, penyedia jasa wajib bertanggung jawab terhadap setiap kerusakan yang muncul, termasuk bahu jalan yang ambles seperti yang terjadi di proyek Jalan Lingkar Sorong saat ini.
Warga sekitar yang tinggal di Kampung Klasigi sebelumnya meminta agar perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan meluas ke badan jalan utama dan membahayakan pengguna jalan.
Media ini akan terus memantau perkembangan perbaikan proyek tersebut, dan masih mengupayakan konfirmasi dari pihak pelaksana serta instansi teknis.
John






