Kapalo Hilalang, investigasi.news – Ratusan warga Tarok city melakukan Aksi ke kantor wali nagari kapalo hilalang Senin (21/07) pagi. warga Tarok city yang ikut aksi tersebut terdiri dari berbagai elemen, Mukai petani buah, karet dan kelapa sawit.
Kedatangan mereka guna menyampaikan aspirasi ke walinagari bahwa penyerahan lahan negara yang sudah puluhan tahun di garap dan tempati itu diserahkan tanpa pemberitahuan atau sosialisasi sebelumnya.
Namun aksi mereka tersebut tidak dihadiri walinagari yang diketahui sedang berada di kantor bupati.
Budi, selaku Sekretaris Nagari menemui perwakilan masyarakat Tarok yang telah lama menunggu diluar kantornya. Kepada warga dia menyampaikan permintaan maaf dikarenakan Walinagari sedang berada di kantor bupati guna menghadiri kegiatan lounching Koperasi Merah Putih.
“Mewakil dari Pemerintahan Nagari Kapalo Hilalang saya akan meneruskan aspirasi bapak/ibu kepada Pak Wali nagari nanti, tentu yang menjadi tuntutan warga ini nantinya akan menjadi pembahasan ditingkat nagari, saya harap bapak/ibu bersabar” ujarnya di sambut sorak soray dari warga
Wali korong Tarok Ariadi di sela orasi disambangi mengatakan, persoalan tanah hervak di Tarok ini sudah lama dibahas semenjak bupati alm. Ali mukhni.
“Dulu sewaktu Bupati alm. Ali mukhni sudah membahas masalah tanah hervak itu, namun pada saat itu rencana Pemkab akan melakukan pengembangan perkantoran di sana, seperti kantor dinas, kampus, poltekes dan lain sebagainya, pada saat itu Bupati memberikan solusi kepada masyarakat terdampak sehingga dimulai lah pembangunan kampus ISI” katanya.
Namun kini tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan seringnya anggota TNI melakukan survey ke lahan Tarok yang di tempati warga, tentu ini menimbulkan keresahan apalagi tidak adanya pemberitahuan atau sosialisasi dari pemkab” tandasnya.
Sementara Kordinator lapangan Refdianto berorasi sambil mengatakan, petani menolak penyerahan tanah hervak itu ke TNI dan melakukan pembangunan apa pun di Korong Tarok.
“Kehadiran kami ke sini untuk menyampaikan aspirasi kepada walinagari bahwa, masyarakat sepakat menolak apapun bentuk pembangunan di lahan yang di tempati warga. Dan ini sudah menjadi kesepakatan kami, dimana kami akan tinggal, kami sudah lama di sana dan tempat mata pencaharian” teriaknya yang diiringi yel-yel warga
Kepada media dia menyebut bahwa, masalahnya pemberitahuan selama ini kepada masyarakat yang akan terdampak dari penyerahan lahan ke tbi itu adalah kami yang telah lama dan puluhan tahun menggarap tanah tersebut dan bahkan sudah menempatinya sejak lama” ujarnya
Dan kami juga kecewa kenapa tidak ada sama sekali dilibatkan warga sekitar atau sosialisasi terlebih dahulu, tiba-tiba saja sudah keluar SK dari Bupati tentang penyerahan lahan negara itu.
“Warga yang hadir hari ini adalah para petani yang telah lama menggarap lahan negara tersebut, ada petani Salak, Petani Buah Naga, Kelapa Sawit, Karet dan masih banyak lagi tanaman pertanian di lahan yang akan di kuasai TNI itu.
Jika tidak ada kejelasan akan nasib kami ini, sepakat kami Menolak rencana penyerahan lahan tersebut” tegasnya
Begitu juga Lestari (50) tahun yang sudah puluhan tahun bermukim dan menopang kehidupan sebagai petani di lahan itu, kini tiba-tiba akan diserahkan kepada TNI tanpa pemberitahuan dan sosialisasi sebelumnya.
“Kami kecewa dengan pemerintah, laham hervak itu memang tanah milik negara, akan tetapi kami yang sudah puluhan tahun menumpang hidup di sana sebagai petani tidak diberi tahu sebelumnya bahwa lahan tersebut akan diserahkan buat pembangunan Batalyon dan RSU TNI, bagaimana nasib kami nanti, dimana kami akan tinggal dan apa yang menjadi mata pencaharian kami selanjutnya” keluhnya kepada media.
Terpisah Sekretaris Daerah Rudy di hubungi melalui pesan WhatsApp ke ponselnya mengaku belum tahu persoalan itu.
“Peruntukan lahan di tarok city lah banyak sk di keluarkan termasuk unp, isi, politeknik dan bnn dll tp yg iko ambo cari info yang ma persisnya” tulisnya
“Ambo alun dapek info lai da, Karna masih rapek di dprd” akhirnya. Km






