Banner iklan

Gandeng Guru Besar Forensik USK, RSUD Pidie Jaya Perkuat Kompetensi Dokter Lewat Pelatihan Visum et Repertum

More articles

PIDIE JAYA, investigasi.news — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya terus memperkuat kualitas pelayanan medis, khususnya dalam menghadapi kasus yang memiliki keterkaitan dengan aspek hukum. Langkah itu diwujudkan melalui pelatihan Visum et Repertum (VeR) yang menghadirkan pakar kedokteran forensik Universitas Syiah Kuala (USK), Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kompleks RSUD Pidie Jaya tersebut menghadirkan Guru Besar Ilmu Kedokteran Forensik USK, Prof. Dr. dr. Taufik Suryadi, Sp.F(K), Dipl.BE, serta Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya AKP Saiful Kamal. Pelatihan ini didampingi langsung Plt Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Cut Fera Rachmawati, M.Ked(Ped), Sp.A.

Para dokter dari sejumlah Puskesmas dan RSUD Pidie Jaya mengikuti pembekalan mulai dari teknik pemeriksaan korban, pencatatan temuan medis, penyusunan VeR, hingga pemahaman mengenai pemberian keterangan hasil pemeriksaan agar dapat dipertanggungjawabkan secara medis maupun hukum.

Prof. Taufik Suryadi mengatakan, ketelitian dokter dalam melakukan pemeriksaan dan menuangkan hasilnya ke dalam VeR menjadi hal yang sangat penting. Menurutnya, masih ditemukan pemeriksaan yang belum lengkap akibat adanya kesalahpahaman mengenai prosedur dan aspek hukum dalam pembuatan VeR.

«“Selama ini yang sering terjadi adalah kurang lengkap pemeriksaan, kesalahpahaman sehingga diperlukan pelatihan seperti ini agar memahami apa yang harus dilakukan oleh dokter tersebut termasuk aspek hukumnya,” jelas Prof. Taufik.»

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya AKP Saiful Kamal menegaskan bahwa VeR dapat menjadi bagian penting dalam proses pembuktian suatu perkara, terutama ketika penyidik menghadapi keterbatasan alat bukti maupun keterangan saksi.

«“Visum et Repertum ini sangat penting karena suatu proses perkara bisa rumit bila tidak ada saksi. Dengan adanya Visum maka prosesnya bisa terbantu,” tegasnya.»

Ia menilai peningkatan pemahaman dokter mengenai VeR perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara tenaga medis dan kepolisian dinilai penting agar proses pemeriksaan medis hingga kebutuhan penyidikan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Plt Direktur RSUD Pidie Jaya, dr. Cut Fera Rachmawati, menyebut pelatihan tersebut merupakan bagian dari langkah awal untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis sekaligus memperkuat mutu pelayanan rumah sakit.

«“Menurut saya ini penting untuk meningkatkan kualitas dan wawasan bagi dokter dalam memberi keterangan, baik lisan maupun tulisan, terkait hasil visum yang mereka lakukan. Ini merupakan salah satu upaya saya untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas di rumah sakit kita,” ujarnya.»

Dokter spesialis anak itu menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan aparat penegak hukum, dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta kualitas pelayanan di RSUD Pidie Jaya.

Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan dokter dalam melakukan pemeriksaan dan menyusun VeR, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia medis dan penegakan hukum dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.

(Herry)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest