Gelar Paripurna, Fraksi-fraksi DPRD Kota Malang Sampaikan Pandangan Umum Rancangan KUA-PPAS APBD 2024

Kota Malang, Investigasi.news – Tuntaskan tugas dan fungsi kedewanan, DPRD Kota Malang gelar Rapat Paripurna dengan pembahasan penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2024.

Dalam agenda rapat kali ini adalah Penyampaian Pandangan Umum Fraksi atas Rancangan KUA PPAS APBD Tahun 2024, yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (9/10/2023).

Dikesempatan tersebut keenam fraksi yang hadir menyoroti sejumlah hal. Antara lain berkaitan dengan layanan PDAM Kota Malang, pengelolaan sampah, serta kenaikan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Tunjangan Kinerja (Tukin).

Kemudian, enam fraksi yaitu PDIP, PKB, GOLKAR, PKS, Gerindra, dan Damai Demokrasi Indonesia menyampaikan pandangan umum masing-masing. Pj Wali Kota Malang, Dr.Ir. Wahyu Hidayat, MM, dalam wawancara dengan awak media, menyatakan bahwa saat ini masih dalam tahap menyajikan pandangan umum.

Baca Juga :  Bupati Sanusi Resmikan Kantor Sekretariat BPPH Pemuda Pancasila Malang

“Untuk menjawabnya, saya akan koordinasi dulu dengan teman-teman dan Pak Sekda supaya nanti penjelasan rincinya. Kami diberi waktu sampai Senin, dan nanti secara umum akan kami sampaikan secara rinci”, katanya.

Lebih lanjut, Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat mengaku bahwa pihaknya akan mengkaji bersama OPD, terkait pembahasan yang telah disampaikan. “Untuk jawaban, kami akan komunikasikan dengan rekan-rekan OPD terlebih dahulu. Waktu sampai pekan depan, nanti secara umum kami sampaikan,” tegasnya.

Terkait kenaikan gaji ASN, Wahyu menyebut bahwa hal tersebut merupakan sebuah keuntungan bagi ASN. “Ya kami apresiasi, dan kami punya itung-itungan terkait anggarannya,” kata Wahyu.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, SE, MM, menekankan keistimewaan paripurna ini, sebagai yang pertama dihadiri oleh Pj Wali Kota Malang.

Baca Juga :  Penguatan Daya Saing Ekspor, Bupati Malang Hadiri FGD Penyusunan Kerangka Kerja

“Pj dilantik pada tanggal 24 September, dan kami menunda 2 hari pembahasan agar beliau dapat mempelajari kebijakan umum anggaran APBD murni 2024,” katanya.

Salah satu sorotan dalam rapat berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, yang menyuarakan peningkatan hak waris untuk BPHTB (Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) menjadi 400 Juta.

“Tujuannya adalah agar masyarakat yang tidak bertransaksi tetapi mendapatkan waris bisa terbantu, terutama dengan kenaikan nominal dari sebelumnya dibawah 300 Juta yang terkena pajak,” ungkap I Made Riandiana Kartika, SE, MM.

Dari Fraksi Gerindra menyampaikan 23 poin program-program termasuk diantaranya penataan sampah dan tata ruang serta program pengendalian pencemaran kerusakan lingkungan hidup.

Baca Juga :  LPj Pelaksanaan APBD 2022 Menjadi Perda Disetujui DPRD Tanah Datar

Sedangkan Pandangan dari Fraksi PKB menyampaikan 9 poin diantaranya terkait penguraian kemacetan di wilayah timur Kota Malang serta pengolahan sistem air limbah domestik.

Rapat tersebut mencerminkan perhatian fraksi-fraksi dalam memberikan kritik, saran dan masukan baru, serta menunjukkan komitmen untuk menyusun kebijakan anggaran yang mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Malang.

(Guh/Adv)

Related Articles

Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles

Iklan
Iklan