Adab Itu Bisa Membawa Rezeki Dalam Hidupmu

Hasneril, SE bersama putranya Ismail yang juga Santri Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung, tiap selesai shalat subuh selalu menasehati santri tentang Adab. (Foto: Ist)

Pada tahun 80an, di Pasar Lubukbasung ada sebuah Toko elektronik yang paling ternama dan padat isinya, yang bernama toko Mesra. Ketika itu, kalau ada yang mau beli koper, radio, tape dan TV di Toko tersebut semuanya ada. Dan yang menariknya, tidak ada yang tidak tahu dengan toko tersebut. biasanya yang berjualan di toko tersebut langsung pemiliknya bapak Haji Tias, dengan satu orang anggota.

Saat itu, saya duduk kelas V Sekolah Dasar, tiap hari pulang sekolah di hari pasar, saya jual semangka. Meskipun tidak hari pasar kalau cuaca panas saya tetap jualan ke pasar.

Setiap lewat di depan toko beliau saya selalu menyapa beliau dan beliau jawab ia dan tersenyum. Lama kelamaan beliau mulai panggil kalau saya lewat depan toko beliau untuk beli semangka. Hari berganti hari saya tambah akrab dengan inyiak Tias (Kakek). Setiap mau pulang sore saya usahakan berhenti ke toko beliau untuk menolong beliau mengangkat barang-barang ke dalam. Kalau hari hujan saya lari-lari ke toko beliau untuk membantu. Meski begitu, saya tidak mengharapkan apa-apa atas apa yang saya lakukan tersebut. Hanya rasa tulus ingin membantu saja, karena beliau baik itu saja dan suka beli semangka saya.

Seiring hari berganti, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Usia saya bertambah besar juga, dan pasar yang dulu juga sudah pindah. Sementara Toko Mesra yang dulu besar sekarang menjadi satu pintu lagi, Dulu saya belum bisa bawa mobil dan waktu itu kalau melihat mobil Nyiak Tias saya sangat senang dan pernah berdoa kapan saya bisa bawa mobil beliau padahal waktu itu umur belum cukup.

Tujuh tahun setelah itu saya tetap menolong beliau di Toko tapi bukan menolong angkat-angkat barang tapi sudah dipercaya menunggu Toko dan membeli barang ke Padang setiap hari Selasa dengan Mobil yang dulu pernah saya cita-citakan untuk bisa bawa mobil itu.

Suatu hari saya pernah bertanya pada beliau dalam perjalanan dari Padang ke Lubukbasung, di atas mobil kami bertiga, di mobil ada istri beliau. Nyiak kenapa percaya pada saya, mulai bawa mobil,m enunggu Toko dan dipercaya untuk beli barang ke Padang. Padahal banyak yang lain orang yang lebih dekat dengan Inyiak. Beliau menjawab singkat saja, Siril Panyapo, ramah sopan itu Inyiak Katuju jo siril dan acok sobok di musajik (Ril sering menyapa dan juga ramah orangnya dan sering ketemunya di Mesjid). Saya tersenyum sambil stir mobil yang dulu pernah jadi impian.

Semua sanak saudara dari Istri beliau di Bandar Baru dekat sama saya karena saya sering di rumah Inyiak di Bandar Baru Lubukbasung. Hampir semua sanak beliau sayang karena semua mereka saya hargai dan hormati. Semua sudah seperti sanak sendiri, dengan Adab yang baik semua bisa merubah nasib dan terkabulnya sebuah doa.

Sahabat, perbanyaklah berbuat baik, hargai dan hormatilah semua orang, karena dengan Adab yang baik mana tahu suatu hari nanti suksesmu itu hasil dari Adab baikmu.

Penulis: Hasneril, SE