Rasa Sepi Itu Hadir Saat Mereka Pergi

Hari ini anak-anakku di Pondok pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung terlihat raut berseri- seri dan gembira di wajah mereka. Karena mulai hari ini mereka pulang ke kampung masing-masing. Sampai di kampung akan disambut oleh orang-orang yang mereka cintai. Mereka ada yang dijemput ada yang naik travel, semua terlihat senang.

Ada suatu kebahagian melihat mereka menyandang ransel. Bahkan saya sempat menitikkan air mata melihat dikala mereka bersalaman, sambil mengucapkan kata-kata, “Ayah hati-hati ya, doakan Ana ya yah”, dan ada juga yang berucap, “Ayah tetap sehat ya Ana pulang dulu dan nanti akan kembali ke pondok lagi”, ada lagi yang bilang, “Ayah doakan Ana ya ayah, ayah tetap Ana doakan setiap habis shalat”. ucap mereka lirih bergantian. Semua yang bersalaman meninggalkan kata-kata yang menyejukkan sehingga meninggalkan rasa bahagia dan haru.

Setelah kepergian anak-anak, rasa sepi mulai terasa. Karena hampir setiap hari mereka bersama kita. Sebelum subuh sudah bersama, magrib sampai tengah malam bersama mereka lagi. Jadi batin ini sudah menyatu dan semuanya sudah seperti anak sendiri.

Mudah-mudahan mereka semua menjadi anak yang beradab, menjadi anak yang akan membela Agama Allah dan menjadi ulama Aamiiin.

Penulis : Hasneril, SE