Roti Tawar Pembawa Bahagia

Penulis: Hasneril SE

Kadang-kadang hal yang kita anggap sepele dan tak berarti. Hal tersebutlah yang kadang kala menjadi hal yang paling bahagia bagi segelintir orang. Untuk itu, meski terbilang ringan dan tak berarti tetaplah berbagi.

Sedikit cerita ketika itu, Jam 18.00 wib santri sudah datang di Mushalla, mereka anak-anak santri duduk di teras, mereka tidak masuk karena mereka mau berbuka puasa.

Saya lihat di tangan mereka sudah tersedia satu botol Teh dan satu buah roti, mereka ada yang komat komit mulut sambil membaca ayat, ada yang sedang cerita dengan teman yang lain.

Tidak lama terdengar suara santri Rapi azdan, semua santri langsung berbuka puasa, setelah minum dan makan sepotong roti mereka langsung masuk mesjid, dan shalat.

Waktu itu, setelah shalat wajib dan shalat sunat santri kembali ke pondok, saya hampiri Ismail sepertinya ada yang mau dia ceritakan, rupanya dia bertanya apakah saya ada bawa uang, saya jawab ada, kalau ada boleh Ismail minta roti tawar untuk bersama teman-teman.

Setelah sampai di pondok saya serahkan dua kantong roti tawar, dan saya lihat ada bubur di hadapan mereka yang dibuatkan oleh ustadzah Ana, rupanya anak-anak ini bilang bubur ini enak pakai roti tawar, kata-kata itulah yang membuat Ismail ingin minta roti tawar sama saya untuk mereka makan bersama. Saya lihat wajah mereka semua alangkah bahagia dan senang hati.

Mudah-mudahan ada ayah dan bunda ingin berdonasi ke pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung, untuk berbuka puasa santri kami setiap hari Senin dan Kamis, ini akan meringankan kami dan menjadi ladang amal buat Ayah dan bunda. Amin

Semoga ada titipan Rezki untuk santri kami dari ayah bunda untuk santri kami di pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung. Semoga.