Pariaman, investigasi.news – Produksi jagung di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami peningkatan signifikan pada 2024, mencapai 1.021,8 ton. Angka ini naik 137,8 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 884 ton.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Pariaman, Marini Jamal, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Marlina Sepa, menyebutkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari dukungan pemerintah daerah kepada petani. Bantuan berupa benih dan pupuk diberikan, meskipun dalam jumlah terbatas sesuai dengan anggaran daerah.
“Alhamdulillah, produksi jagung pada 2024 meningkat dari tahun sebelumnya. Kami akan terus berupaya meningkatkan produksi guna mendukung program nasional swasembada pangan,” ujar Marlina di Pariaman, Sabtu (31/8).
Jagung di Pariaman mayoritas ditanam di lahan kering dan sering dikombinasikan dengan tanaman lain, seperti pohon kelapa. Pemanfaatan lahan ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian RI, yang menyarankan agar persawahan tidak digunakan untuk jagung guna menjaga produksi padi di daerah tersebut.
Pariaman Timur Penyumbang Produksi Terbesar
Dari total produksi 1.021,8 ton, Kecamatan Pariaman Timur mencatat angka tertinggi dengan 427,8 ton. Disusul Pariaman Selatan (264 ton), Pariaman Utara (252 ton), dan Pariaman Tengah (78 ton).
Produksi tertinggi terjadi pada November (210 ton), April (141 ton), dan Oktober (123 ton).
Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen untuk terus mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas jagung, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian petani.
“Kami berharap petani semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil panen agar produksi jagung di Pariaman bisa terus bertambah dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan mereka,” tambah Marlina.
**Afri