Dugaan Penodongan “Senpi” Ketua Demokrat Solok Berakhir Dengan Perdamaian

More articles

spot_img

Solok, investigasi.news. Dugaan penodongan dan pemukulan dengan senjata api (Senpi) oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Ismael Koto, SH (56), terhadap Yulmardianto (35), warga Jorong Koto Gadang, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, pada Jumat 1 Maret 2024 lalu, berujung dengan perdamaian. Kedua belah akhirnya bersepakat mengakhiri polemik yang sempat viral (menyebar luas) di media sosial (Medsos), dengan menandatangani surat perjanjian perdamaian, di kediaman Ismael Koto di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saning Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (8/3/2024).

Kesepakatan perdamaian itu, dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak, tokoh masyarakat, dan perangkat nagari. Dari pihak Yulmardianto, hadir Drs. Harmen Peri Dt Rajo Mamad, Syahrijal sebagai Mamak dari Yulmardianto yang juga Kepala Jorong Koto Gadang, serta keluarga lainnya. Sementara, dari pihak Ismael Koto, tampak hadir istrinya Fitriya Ismael, tokoh masyarakat Saning Bakar yang juga mantan Dirut Bank Nagari Suryadi Asmi, serta keluarga dan relawan Ismael Koto.

Usai penandatangan perjanjian damai, Yulmardianto dan Ismael Koto bersalaman dan berpelukan. Yulmardianto juga menyalami sekaligus meminta maaf kepada Fitriya Ismael, keluarga dan relawan Ismael Koto. Setelah berfoto bersama dan bergandengan tangan, Yulmardianto kemudian membuat video singkat.

“Dengan video ini, saya menyampaikan klarifikasi atas simpang siurnya pemberitaan (kabar) yang diviralkan dan dipolitisir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan memanfaatkan kejadian ini. Seakan-akan, ini kejadian yang luar biasa. Padahal video dan kejadian aslinya bukan seperti dalam video yang telah diedit dan diviralkan. Sehingga telah merugikan saya dan Bapak Ismael Koto dan keluarganya,” ujar Yulmardianto.

“Alhamdulillah. Saya dalam keadaan sehat wal afiat. Malahan, sehari setelah kejadian, saya tetap beraktivitas seperti biasa. Saya bersama bapak Ismael Koto telah memilih jalan damai secara kekeluargaan dan diketahui oleh keluarga saya dan keluarga bapak Ismael serta Walinagari kami masing-masing. Saya mohon kepada pihak yang memviralkan (menyebarkan) video tersebut untuk menghapusnya. Jika tidak, saya akan menuntutnya secara hukum,” lanjutnya.

Baca Juga :  Wako-Wawako Serahkan Apresiasi Kepada Disabilitas Berprestasi Kota Solok

Sementara itu, Ismael Koto mengatakan dirinya beserta keluarganya juga meminta maaf ke Yulmardianto beserta keluarganya. Ismael juga mengaku, dirinya banyak mengambil hikmah dari kejadian ini. Sebagai tokoh publik dan pimpinan partai besar di Kabupaten Solok, sekaligus Caleg terpilih DPRD Kabupaten Solok di daerah pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Solok, yang meliputi Kecamatan X Koto Singkarak, X Koto Diatas, dan Junjung Sirih itu, mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk masa-masa mendatang.

“Kejadian ini menjadi hikmah dan pelajaran yang luar biasa bagi saya. Di samping meminta maaf ke Yulmardianto dan keluarganya, serta masyarakat Kabupaten Solok, saya juga berterima kasih. Karena kejadian ini, telah menjadi pengingat bagi saya dan keluarga agar ke depannya bisa menjaga segala tindakan, perkataan dan sikap. Saya menegaskan bahwa kejadian ini sudah clear dan selesai. Tak usah diungkit-ungkit lagi. Saya berharap antara kami (Ismael dan keluarga) dan keluarga Yulmardianto bisa lebih dekat lagi ke depannya. Apalagi, sebagai Caleg terpilih dari Dapil 2, masyarakat Nagari Sulit Air, X Koto Diatas dan masyarakat di dua kecamatan lainnya, adalah konstituen yang saya wakili di DPRD Kabupaten Solok nantinya,” ujarnya.

Ismael Koto juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan penilaian terhadap sebuah kejadian, sebelum mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Ismael juga meminta pihak-pihak yang sempat berupaya mengambil kesempatan atau melakukan upaya fitnah, untuk segera bertobat dan instrospeksi diri.

“Saya rasa, ini juga menjadi pelajaran bagi semua orang. Terutama agar tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dan penilaian sebelum mengetahui duduk persoalan sebenarnya,” ungkapnya.

Viral di Medsos

Sebelumnya, video Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Sumbar, Ismael Koto, yang menodongkan pistol ke seseorang usai Pileg 2024 beredar luas di Medsos. Pria yang diketahui bernama Yulmardianto itu, diduga merupakan tim kampanye Ismael Koto saat menghadapi Pileg 14 Februari 2024. Sebagai tokoh publik dan Ketua Partai Demokrat, video tersebut disebarkan oleh sejumlah akun Medsos dengan menambahkan narasi negatif yang mengundang komentar pro dan kontra dari netizen.

Baca Juga :  Wawako Pimpin Apel Perdana Pasca Idul Fitri 1445H

Dari video yang beredar, terlihat Ismael yang memakai baju merah mempertanyakan soal uang yang telah dipinjam oleh Yulmardianto sebesar Rp5 juta yang belum dikembalikan. Yulmar telah meminjam ke Ismael beberapa kali yang dimaksudkan untuk modal usaha. Awalnya pembayaran lancar, untuk berikutnya, pembayaran mulai bermasalah.

“Senin pinjam Jumat dipulangkan, nyatanya bagaimana (ada dibayarkan)?,” kata Ismael kepada Yulmardianto di video yang beredar.

Yulmardianto menjawab bahwa kondisinya, membuat ia belum mampu membayar utang. Yulmardianto bahkan menyinggung terkait perjuangannya memenangkan Ismael Koto di Pileg 2024. Yulmardianto juga menyebut dirinya tak berniat untuk mengelabui Ismael Koto.

Bukan Senpi, Tapi Korek Api

Di akhir video, Ismael yang telah emosi kemudian mengeluarkan benda seperti pistol. Senjata mirip pistol itu lalu ditodongkan ke kepala Yulmar. Ismael mengungkapkan, bahwa benda yang dikeluarkannya itu bukan senjata api sungguhan. Benda menyerupai pistol tersebut adalah korek api.

“Itu mancis yang seperti senjata api. Bukan senjata api (beneran), mancis atau korek api,” kata Ismael, Selasa (5/3/2024).

Ismael mengatakan, dia emosi karena Yulmardianto berbelit dalam pembayaran utangnya. Padahal sebelumnya, ia memohon dan bahkan mau memakai perjanjian hitam di atas putih hingga memakai jaminan.

“Dia minta bantu. Untuk usaha katanya. Boleh buat hitam di atas putih, dan bahkan memberikan jaminan STNK atau surat tanah. Tapi saya jawab tidak usah sejauh itu. Akhirnya saya pinjamkan,” ungkapnya.

Ismael mengaku dirinya tersulut emosi setelah Yulmardianto bersikeras bahwa uang yang dipinjamnya untuk usaha malah terpakai untuk yang lain. Selain itu, Yulmardianto juga tidak mau menandatangani surat soal pembayaran utangnya sesuai janjinya yang dulu. Ismael juga menegaskan, uang Rp5 juta yang dipersoalkan bukan sangkut pautnya dengan perolehan suara yang didapat di Pileg. Uang Rp5 juta itu murni soal utang piutang secara pribadi.

Baca Juga :  Isak Tangis Seorang Nenek Melawan Derasnya Gelombang Kehidupan Setelah Ditinggal Pergi Suami Dan Dua Orang Anak Nya

Minta Masyarakat dan Netizen untuk Bijak

Terkait beredarnya pro kontra di masyarakat, Ismael Koto menyatakan hal itu adalah konsekuensi dari dirinya yang telah menjadi politisi dan pimpinan partai di Kabupaten Solok. Meski begitu, Ismael berharap masyarakat untuk bijak dan tidak melakukan justifikasi (penghakiman), sebelum mengetahui dan memahami persoalan sebenarnya.

Di sejumlah postingan Medsos, Ismael Koto disebut-sebut sebagai politisi koboi (bersenjata). Bahkan ada yang menyebut tindakannya selayaknya Ferdi Sambo, mantan Kadiv Propam Mabes Polri.

“Saya berharap tentunya media sosial dan masyarakat jangan menjustifikasi, sebelum tahu persoalan sebenarnya,” imbuhnya.

Sekilas Ismael Koto

Ismael Koto, SH, tampil sebagai peraih suara terbanyak Caleg DPRD Kabupaten Solok dari Partai Demokrat di Dapil 2 dengan mengoleksi sekira 1.750 suara. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok itu, mengungguli incumbent (petahana) Dian Anggraini, SH, yang baru mengoleksi sekira 800-an suara.

Raihan di Pileg 14 Februari 2024 ini, juga menjadi ajang pembuktian kapasitas Ismael Koto. Bahkan, Ismael Koto disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang akan maju di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok akhir tahun 2024.

Sepanjang proses sosialisasi dan kampanye Pileg 2024, Ismael Koto menjadi Caleg yang sangat sedikit berkampanye. Tercatat, hanya sekira tiga kali Ismael Koto mengajukan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye, itu pun hanya satu yang dihadirinya.

“Jujur saja, saya ingin melihat sejauhmana investasi sosial yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun sebelumnya. Sekaligus, sebagai ajang mengukur diri saya. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat di Dapil 2 Kabupaten Solok. Baik yang telah memilih saya, maupun yang bersimpati dan memberikan dukungan dan doa,” ungkapnya.

Politisi kelahiran 31 Agustus 1967 itu, memiliki latar belakang sebagai mantan birokrat senior dan pengusaha sukses yang terjun ke dunia politik. Sebagai orang yang belasan tahun di eksekutif, dunia bisnis dan kemasyarakatan, Ismael Koto, menjadi salah satu magnet di kontestasi Pileg 14 Februari 2024 lalu. (Wahyu)

spot_img
spot_img

Latest

spot_img