Mendagri Puji Realisasi Pendapatan dan Belanja Padang Panjang

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah. (Foto: Diskominfo Kota Padang Panjang)

Padang Panjang, Investigasi.news – Kota Padang Panjang tiga minggu berturut-turut masuk kategori daerah yang sudah melaksanakan enam aksi konkret penanggulangan inflasi yang diarahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Termasuk 16 kota dengan realisasi pendapatan tertinggi di Indonesia, serta termasuk 19 kota dengan realisasi belanja tertinggi di Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendagri, Tito Karnavian dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/12) melalui Zoom Meeting.

Tito mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan catatan pihaknya, jumlah pemerintah daerah yang menindaklanjuti sembilan sektor intervensi inflasi mengalami peningkatan dari bulan lalu.
Salah satunya pada sektor pelaksanaan rapat teknis, jumlahnya meningkat dari bulan lalu.

“Jumlah Pemda yang melaksanakan rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meningkat dari November sebanyak 285 Pemda. Kini per Desember sudah ditindaklanjuti 310 Pemda,” ujarnya

Selain itu, Tito juga meminta seluruh Pemda untuk memacu realisasi APBD. “Kita tekankan, anggaran belanja harus terealisasi semaksimal mungkin agar adanya peredaran uang di masyarakat untuk meningkat daya beli sehingga APBD tidak terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa),” tambahnya.

Diungkapkannya, inflasi di Indonesia saat ini berada diangka 5,42 persen. Menurutnya, angka tersebut turun jika dibandingkan pada Oktober yang berada di angka 5,71 persen.

“Bukittinggi jadi daerah yang tertinggi inflasi per November di Pulau Sumatera sebesar 7,06 persen,” ungkapnya.

Dari Kota Padang Panjang, kegiatan ini diikuti secara virtual di Ruang VIP Balai Kota oleh Waki Wali Kota, Drs. Asrul bersama Kapolres, AKBP Donny Bramanto, SIK, perwakilan Kodim 0307 Tanah Datar, Asisten II Setdako, Ewasoska, S.H dan beberapa OPD terkait lainya.

Kabag Perekonomian dan SDA Setdako, Putra Dewangga, S.S, M.Si menjelaskan, perkembangan inflasi Kota Padang Panjang November ini.

“Inflasi tahun ke tahun 7,01 %, lebih rendah dari Oktober yang mencapai 7,49. Sementara inflasi tahun kalender 7,06% lebih rendah dari Oktober yang mencapai 7,10%. Sedangkan Deflasi November -0,04% lebih rendah dari Oktober yang deflasinya -0,25%,” jelasnya.

Ditambahkannya, enam komoditas dari 45 komoditas pangan strategis yang dipantau mengalami kenaikan harga dan memberikan andil pada stabilitas harga pangan di kota Padang Panjang.

“Komoditas tersebut, daging ayam broiler, telur ayam ras, telur ayam kampung, cabai hijau cabai rawit dan terong,” ungkapnya.

Ditambahkannya, inflasi Kota Padang Panjang sebagai kota non Indeks Harga Konsumen (IHK) mengacu kepada inflasi kota IHK terdekat yaitu Kota Bukittinggi.

“Untuk Kota Bukittinggi delapan komoditas penyumbang inflasi terbesar pada November 2022, ada rokok kretek filter, kontrak rumah, beras, daging ayam ras, ikan sarden, ikan asin belah, service dan cuci kendaraan,” ucapnya. (Km/rel)