Wako Fadly Amran Ajak GenBI Jadi Pemimpin yang Bersumbangsih, Mengintrospeksi Diri dan Berkorban

Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat menjadi pembicara pada kegiatan Minang Leadership Practice. (Foto: Ist)

Padang, investigasi.news – Menjadi seorang pemimpin mesti dipupuk sejak dini. Seorang pemimpin harus memiliki keinginan untuk bersumbangsih, mengintrospeksi diri, dan mau berkorban.

Hal ini disampaikan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat menjadi pembicara pada kegiatan Minang Leadership Practice yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) dengan peserta 200 mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI), Kamis (17/11) di Auditorium BI, Kota Padang.

“Negara ini menginginkan pemimpin nasional dan internasional. Camkan kepada diri kita bisa menjadi seorang pemimpin yang bersumbangsih untuk negara. Diawali dengan bersumbangsih bagi lingkungan sekitar kita, memberikan warna dan pemikiran,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, seorang pemimpin mesti mau mengintrospeksi diri, mau mengakui kesalahan, melunakkan diri dari kesombongan. Seorang pemimpin mau belajar dari kesalahan diri. “Pemimpin seharusnya tidak ada yang sombong. Pemimpin yang sombong tidak akan dihormati,” sebut Wako Fadly.

Dikatakannya lagi, rasa mau berkorban penting dimiliki bagi seorang pemimpin.
“Pengorbanan penting, kalau tidak ada yang berkorban, siapa lagi yang melakukan. Pemimpin jangan memikirkan kantongnya sendiri. Harus sabar dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ketiga hal itu, imbuhnya, dipupuk sejak dini agar aura kepemimpinan bisa muncul dengan sendirinya. “Apa yang kita tanam, itu yang akan kita tuai. Kesempatan dan peluang menjadi pemimpin pun akan datang dengan sendirinya,” sebut Fadly.

Di samping itu, kepada GenBI Fadly meminta untuk bersyukur. Lantaran tidak banyak yang mendapat peluang pelatihan dan beasiswa dari Bank Indonesia seperti mereka.

“Peluang pelatihan dan beasiswa yang didapat dari Bank Indonesia ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Manfaatkan peluang dan waktu dimasa terindah di kampus. Apapun kegiatan berikan yang terbaik. Di usia sekarang, belajarlah bersosialisasi, mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Berkelompok, berkomunitas, berkenalanlah satu sama lain,” tuturnya.

Adapun peserta Minang Leadership Practice, berasal dari GenBi komisariat di delapan universitas. Yaitu Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Universitas Dharma Andalas, dan Politeknik Negeri Padang.

Turut hadir, Deputi Bidang Pembayaran BI Sumbar, Dadang Arif Kusuma, Asisten Direktur Bidang Kajian Ekonomi BI Sumbar, Bayuardi Hadrianto, dan Pembina Genbi, Hendrian Perdana. (Km/mc)