Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Mulok, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Beri Pendampingan

Payakumbuh, Investigasi.news-Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh mengadakan Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Mulok bagi guru kelas 1 dan kelas 4 SD se-kota Payakumbuh pada tanggal 22 s.d 23 November 2022 bertempat di Aula SMAN 2 Payakumbuh. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, dimana hari pertama dihadiri sebanyak sebanyak 124 org guru kelas 1, hari kedua dihadiri sebanyak 120 orang guru kelas 4 SD. Pemateri oleh Dr.Khairil Anwar, M.Si (akademisi) dosen Unand..

Kegiatan bertujuan bagaimana menerapkan konsep dari ATP tersebut dalam proses pembelajaran sehingga butuh perangkat seperti modul ajar (RPP) dilanjutkan dengan assesmen dan penilaian serta materi/bahan ajar yang relevan dengan kegiatan. Product yang dihasilkan pada kegiatan ini adanya silabus yang telah dirancang oleh tim sehingga lahirlah perangkat pembelajaran berupa modul ajar, bahan ajar dan penilaian pembelajaran kurikulum mulok sampai tahun pelajaran berakhir. Lahirnya perangkat tersebut dapat diimplementasikan guru-guru kelas 1 dan kelas 4 dapat memberikan pembelajaran bagi siswa.

Dalam kesempatan itu, Pj.Walikota Rida Ananda memotivasi guru-guru agar dapat mengikuti kegiatan tersebut bersungguh-sungguh. “Kunci utama penyiapan generasi muda berada ditangan guru di sekolah, supaya arah kebijakan dan kemajuan pendidikan dalam mewujudkan mencerdaskan anak bangsa dapat diraih. Penguatan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada sekolah dengan menyiapkan materi mata pelajaran mulok berupa potensi daerah/kearifan lokal”, sambungnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dr. Dasril,S.Pd,M.Pd dalam membuka kegiatan tersebut memberikan arahan yakni bagaimana guru kelas 1 dan 4 dapat menyiapkan materi agar dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal di Kota Payakumbuh secara umum.

Mulok penting dalam implementasikan ABS SBK disekolah, dimana sekolah sebagai pusat pelestarian budaya. Sehingga pembelajaran adat budaya minang dapat terlaksana dengan baik di sekolah sebagai bekal generasi muda minang dalam memahami adat istiadat dan budaya nya melalui sekolah sesuai dengan falsafah ‘adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS SBK)” Ulas Kadisdik.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dan pengembangan dari kegiatan yang telah dirintis oleh tim TPK”, kata,”Dasril

Kadisdik berharap agar guru menerapkan kurikulum merdeka melalui mata pelajaran mulok dapat menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai potensi daerah dan dapat mengembangkan target lahirnya perangkat yang dapat dipergunakan guru dalam proses pembelajaran kurikulum Mulok. (Ammar)