Pemkab Pessel Gratiskan Pemasangan sambungan air minum Untuk MBR

Program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP). (Foto: Ist)

Pesisir Selatan, Investigasi.news – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat menggratiskan pemasangan sambungan air minum untuk 2.602 rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di tahun ini.

“Ya, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan akses air minum bagi MBR atau masyarakat miskin, melalui Program Hibah Air Minum Pedesaan (HAMP),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pessel, Devitra, saat dihubungi, Kamis (1/11)

Selain itu, terang Devitra, distribusi air minum di perkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), juga masih belum menjangkau seluruh warga, terutama MBR.

Dikarenakan kemampuan daya beli,” katanya lagi.

Dijelaskan, pengadaan pemasangan SR Air Minum Perdesaan ini, berjumlah 15 paket kegiatan. Tersebar di 7 kecamatan di Pessel, di antaranya: Kecamatan Koto XI Tarusan 336 Sambungan Rumah (SR), Bayang 620, Batang Kapas 217, Lengayang 133, Linggo Sari Baganti 798, Lunang 38, dan Silaut 460 SR

Total kegiatan berpagu dana Rp5,1 Miliar,” bebernya.

Ia mengatakan, program Hibah Air Minum Perdesaan (HAMP) merupakan program Direktorat Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dengan sistem penganggaran reimburse (dialokasikan melalui APBD Kabupaten/Kota kemudian mengajukan penggantian ke APBN).

Lokasi sasaran HAMP adalah desa atau Nagari (Desa Adat), yang pernah mendapatkan Program PAMSIMAS. Kemudian, sambungnya, menyoal pola pasang, tambahnya, pemkab menyediakan kilometer air dan pipa.

Sambungan diambil dari pipa lama pamsimas di dekat lokasi, kemudian disambungkan ke rumah masyarakat,” katanya.

Syarat penerima; Masyarakat Miskin Berpenghasilan Rendah, maksimal Meteran Listrik < 900>

Untuk pengawasan lanjutan (aset terpasang), diserahkan ke Wali Nagari (pimpinan desa adat) setempat. Di mana, pihak Nagari akan membentuk pengurus atau tim pengawasan dan pemeliharaan.

“Karena, kalau tidak dipelihara, aset tidak akan bertahan lama,” ujarnya. Ia mengharapkan, yang terpasang bisa terpelihara dan berfungsi dengan baik.

“Jadi, masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh air minum (air bersih), bisa menikmati,” timpalnya. Mc