Capaian PAD Masih Rendah, Pemko Sawahlunto Disarankan Ada Terobosan Baru

More articles

spot_img

Sawahlunto, Investigasi.news – Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditingkatkan dan perlu adanya langkah langkah yang kuat dan nyata dalam peningkatan. Baik itu pada pajak daerah dan retribusi daerah, optimalisasi PDAM dan upaya lainnya. Sehingga kemampuan keuangan daerah ini semakin baik dalam menunjang program pembangunan.

Hal itu disampaikan juru bicara Fraksi Gerakan Restorasi Keadilan Indonesia Raya DPRD Kota Sawahlunto Ronald Kardinal saat rapat paripurna laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2023 yang dipimpin Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu di hadiri Penjabat Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan, Jumat (5/7/2024)

Ronald Kardinal juga berharap peningkatan PAD pendapatan asli daerah baik. Untuk itu pemerintah daerah diharapkan bisa menyusun ini dalam program program yang kongkrit dan berdampak signifikan.

Baca Juga :  Ayo.. Jaga Lingkungan Kurangi Sampah Plastik

Politisi Partai NasDem itu menambahkan terkait dengan turunnya PAD yang berkelanjutan dari Tahun 2020-2023. Maka harus ada perbaikan serius terhadap kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD.

“ Kota Sawahlunto seharusnya mampu membangun sumber daya pendapatan daerah yang kuat” kata Ronald pada rapat paripurna yang juga dihadiri kepala OPD dikota itu.

Fraksi Nasdem, PKS, dan Gerindra itu juga berharap, sebagaimana yang sudah pernah kami sampaikan sebelumnya, agar Pemerintah Daerah dapat melakukan terobosan untuk meningkatkan PAD Kota Sawahlunto.

Sebelumnya, pada rapat paripurna nota pengantar jawaban terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2023 pada 1 Juli 2024 lalu, Penjabat Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan memaparkan, uraian Realisasi Pendapatan tahun anggaran 2023 lalu.

Baca Juga :  Hadapi Rakernas dan Kejurnas, Pengprov Pordasi Sumbar Gelar Rakerda

Dari Pajak Daerah Tahun 2023 dianggarkan Rp7.909.000.000,00 terealisir sebesar Rp8.149.995.371,00 atau 103,05 persen. Retribusi Daerah dianggarkan Rp4.133.470.000,00 terealisir sebesar Rp2.691.622.325,00 atau 65,12 persen.

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dianggarkan Rp15.628.865.561,00 terealisir sebesar Rp15.663.529.464,00 atau 100,22 persen. Dan lain-Lain PAD yang Sah dianggarkan Rp39.111.685.536,00 dan terealisir sebesar Rp33.438.692.019,64 atau 85,50 persen. (tumpak)

spot_img
spot_img

Latest

spot_img