Kasus Dugaan Korupsi Proyek Puskesmas Talawi PT Verbeck MP Masuki Tahap Penyidikan

Kejari Sawahlunto. (Foto: T.Ab)

Sawahlunto, investigasi.news – Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Proyek Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto tahun anggaran 2020 PT Verbeck Mega Perkasa terus menggelinding dan memasuki tahap baru. Dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sawahlunto telah menaikan status kasus proyek bernilai Rp8,8 miliar itu menjadi tahap Penyidikan.

Kepala Kejari Sawahlunto Abdul Mubin menyatakan kasus dugaan korupsi proyek dengan nomor kontrak 027/34/DAK/DinkesdaldukKB/2020 itu telah memasuki tahap penyidikan dan saat ini berkas kerugian negara yang ditimbulkan menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
“pengajuan audit sudah September lalu diajukan, dan ditanggapi BPKP, eksposnya minggu depan baru bisa dilaksanakan“ kata Abdul Mubin Senin (12/12/2022).
Lebih jauh Kajari memaparkan indikasi tipikor ini adanya dugaan penyimpangan terhadap spek pekerjaan dalam pelaksanaan proyek di dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana itu.

Terkait proyek dengan konsultan perencana CV 2R Konsultan diawasi konsultan pengawas PT Nafanda Ridha Mulya Cipta waktu pelaksanaan 157 hari kalender itu sempat menjadi sorotan.

Juru Bicara Fraksi PKPI DPRD Kota Sawahlunto Masrisal menegaskan melihat hasil kualitas kegiatan infrastruktur sepanjang tahun 2020, fraksinya berharap kedepannya pemerintah daerah serius untuk melakukan pengawasan dan crosschek ke lapangan.

Adapun permasalahan kontraktor pembangunan Puskesmas Talawi yg mengabaikan surat panggilan atau teguran sampai habisnya waktu pemeliharaan juga harus menjadi perhatian Kepala Daerah kedepannya, kata Masrisal pada rapat paripurna DPRD kota ini, Senin (12/7/2021)

Terkait Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sawahlunto Iwan Kurniawan juga menyorot pengerjaan proyek pembangunan Puskesmas Talawi. Kondisi itu ditemukan dari hasil peninjauan lapangan terhadap pembangunan Puskemas tersebut.

Proyek Puskesmas Talawi. (Foto: T.Ab)

“Dari peninjauan ke lokasi proyek kemarin (Rabu, 2/6/2021), banyak kerusakan pada pengerjaan pembangunan yang dilaksanakan akhir tahun 2020 itu,” kata Iwan Kurniawan, Jumat (4/6/2021).

Iwan menjelaskan, tinjauan lapangan DPRD diikuti juga oleh Kepala Dinas Kesehatan Yasril, Pejabat Pemegang Komitmen (PPK) Hermansyah Dinas PUPR dan Kepala Puskesmas Talawi. Menurutnya, banyak kelemahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang harus diperbaiki dalam masa pemeliharaan.

“Ditemukan banyak kelemahan yang harus dilakukan perbaikan. Seperti beberapa unit pendingin ruangan (air conditioner/ AC) yang tidak bisa dimanfaatkan/ Kemudian ada bagian bangunan yang sudah rengkah, instalasi air yang merembes serta dinding yang retak,” tegasnya. (T.Ab)