Pedagang Terdampak Rencana Proyek Revitalisasi Batang Lunto Mengadu ke DPRD Sawahlunto, Ini Keluhannya

Sawahlunto, Investigasi.news – Para pedagang pasar bagonjong kelurahan Pasar Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto mengadu ke DPRD Sawahlunto, Selasa (15/11/2022). Mereka mengadukan nasib terdampak rencana proyek revitalisasi Batang Lunto.

Puluhan pedagang terdampak yang diterima Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu, Wakil Ketua DPRD Jaswandi dan Elfia Rita Dewi dan Asisten II Setdako Sawahlunto Marwan, Kadis PUPR Sawahlunto Eva Riamsyah dan anggota DPRD Kota tersebut.

Salah seorang utusan pedagang Dedi Irawan mempertanyakan kepastian revitalisasi dan normalisasi Batang Lunto serta relokasi penempatan para pedagang terdampak rencana proyek tersebut.

“ kami saat ini berdagang di pasar bagonjong yang berada ditepi ruas jalan utama, tentu janganlah dipindahkan ketengah-tengah pasar yang sangat susah akses jalannya” keluh Dedi

Keluhan juga juga disampaikan tukang pangkas rambut Yusuf yang telah terbiasa mengelar jasa pangkas rambut di pasar bagonjong yang juga mengeluhkan kalau dipindah ke dalam los Blok B dan C pasar Sawahlunto.

“pelanggan yang terbiasa datang disaat sore dan malam hari, kalau lokasi di pasar itu tak ada pengunjungnya. Bagaimana usaha kita kalau tak berada dipinggir jalan” ungkap Yusuf.

Menanggapi keluhan para pedagang terdampak itu, anggota DPRD Kota Sawahlunto Dasrial Ery minta izin kepada ketua DPRD Kota Sawahlunto menyela dan meminta menanggapinya.

“ apa yang ditanyakan para pedagang tentang kepastian dan kapan rencana proyek ini akan berjalan, sama halnya dengan apa yang pernah anggota dewan tanyakan sejak tahun 2021 lalu kepada pemerintah daerah, namun belum ada jawaban yang pasti sampai saat ini ” tegas Dasrial Ery.

Adanya aspirasi pedagang dan menanggapi ulasan anggota DPRD Kota Sawahlunto Dasrial Ery itu, Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu meminta tanggapan dari pihak pemerintah kota Sawahlunto yang diwakili Asisten II Setdako Marwan beserta jajarannya dan menanggapi upaya tahap awal relokasi para pedagang terdampak rencana proyek itu.

Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto Eva Riamsyah menerangkan bahwa rencana proyek ini yang telah terdaftar di perencanaan APBN tahun anggaran 2023, namun belum pasti jumlah dana yang akan turun dari Rp120 milyar yang diajukan.

Mengenai sosialisasi dan rencana relokasi, sebutnya itu pelaksanaanya oleh dinas Koperindag. Kalau kepastian apakah para pedagang akan bisa pindah kembali, dipastikan para pedagang pindah permanen atau tetap ditempat relokasi kembali berdagang ditempat.

Usai pemaparan visual rencana proyek revitalisasi dan normalisasi batang Lunto itu, mendapat tanggapan dari anggota DPRD Sawahlunto Ronald Kardinal, Jhoni Warta dan Masril yang mengganggap rencana proyek ini belum pastinya kegiatan ini.

Disaat anggota DPRD Sawahlunto Ronald Kardinal menyerukan apakah para pedagang setuju dengan rencana proyek ini, para pedanggang yang hadir disaat rapat itu menjawab serentak “ tidak “.

Anggota DPRD Kota Sawahlunto Masril mengusulkan kepada pimpinan DPRD kota itu agar rencana kegiatan revitalisasi dan normalisasi batang Lunto ini ditinjau ulang kembali.

Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto Elfia Rita Dewi dan Jaswandi menanggapi terkait menolaknya para pedagang terhadap rencana pelaksanaan pekerjaan itu, meski sebelumnya para pedagang setuju dengan rencana proyek ini namun relokasi yang sesuai diinginkan para pedagang.

“ tadi intinya para pedagang sepakat dan mendukung rencana proyek ini namun meminta agar relokasi sesuai dengan keinginan para pedagang yang lancar akses jalan dan tidak dipindahkan kedalam pasar” kata Elfia Rita Dewi

Penyampaian aspirasi para pedagang terdampak rencana revitalisasi dan normalisasi batang Lunto itu berkesudahan dengan tanggapan pimpinan rapat melalui Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu yang akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah.

“ menunggu hasil rapat DPRD dengan pemerintah daerah, kepada para pedagang jangan pindah dulu sebelum ada kepastian “ tegasnya sambil menuntup rapat tersebut. (T.Ab)