DPD RI  

Soal NII, Sultan: Era Fundamentalisme Agama Sudah Usai, Sekarang Adanya Fundamentalisme Ekonomi

Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin meminta pihak keamanan untuk tidak menimbulkan kegaduhan sosial bangsa dengan tuduhan adanya gerakan makar Negara Islam Indonesia (NII) di tengah bulan suci Ramadhan.

Gerakan NII yang disebut berada di Sumatera Barat itu menurutnya harus diselidiki secara lebih dalam dan spesifik. Densus 88 anti teror tidak bisa menyatakan asumsinya secara tidak berdasar kepada publik.

“Densus 88 tidak boleh gegabah untuk menarik sebuah kesimpulan yang terkesan menuduh. Saya kira kita semua memiliki pemahaman yang sama bahwa era fundamentalisme agama telah usai, yang kita rasakan sekarang adalah bahwa bangsa ini sedang dikungkung oleh fundamentalis ekonomi”, ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (19/04).

Menurutnya, tidak elok jika pemerintah khususnya pihak keamanan justru menimbulkan rasa ketakutan publik di tengah suasana pemulihan ekonomi nasional yang dibayangi oleh inflasi bahan pokok masyarakat saat ini. Bagi masyarakat, NII bahkan pandemi Covid-19 tidak lebih berbahaya dari naiknya harga bahan pokok dan energi yang sedang dirasakan masyarakat. Jadi sekarang adalah eranya fundamentalisme ekonomi.

“Sangat prihatin, ketika harus mendengarkan keluhan masyarakat di daerah yang harus pasrah dengan naiknya harga BBM dan kebutuhan pokok lainnya. Inflasi kali ini memang sangat dirasakan masyarakat di daerah, meskipun telah diimbangi dengan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) pemerintah”, tegasnya.

Selanjutnya, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menerangkan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan kembali untuk menaikkan tarif dasar listrik dan harga BBM jenis pertalite saat ini. Kami yakin presiden Jokowi akan lebih mengedepankan sense of crisis daripada memenuhi keinginan para fundamentalis ekonomi yang mencari keuntungan di balik kebijakan ekonomi pemerintah.

“Kami mendukung setiap upaya negara dalam menanggulangi aksi kejahatan dengan argumentasi agama. Namun, di tengah suasana Ramadhan seperti ini, pemerintah seharusnya lebih utamakan pendekatan keamanan yang mencerahkan dan mendidik masyarakat dalam beragama secara yang positif, bukan justru membuat gaduh dan menimbulkan kecurigaan sosial di antara sesama anak bangsa”, tutupnya.

Menurut keterangan Densus 88 pada Senin, 18 April 2022, jaringan NII yang ditemukan di Sumatera Barat tersebut berencana untuk menggulingkan pemerintah sebelum pemilu 2024.

Tudingan ini menurut densus 88 dapat dibuktikan dengan adanya barang bukti berupa dokumen yang berisi visi misi mirip dengan pemberontakan NII era Kartosuwiryo dan juga sejumlah golok.***