Bolehkah Lahan Eks Kobatin Diperjual Belikan ?

Bangka Tengah, investigasi.news-Saat ini bnyak lahan eks PT Kobatin yang disinyalir dimiliki oleh sebagian orang dan telah ditanami sawit.

Seiring waktu, geliat pertimahan mulai meningkat sehingga membuat sebagian besar warga, memperjual belikan lahan eks Kobatin yang ditanami sawit tersebut. Untuk di eksplorasi pertambangan timah secara Ilegal.

Satu diantaranya, lahan yang terdapat di Jongkong 12 Desa Nibung, Kecamatan Koba Bangka Tengah. Dimana sebelumnya lahan tersebut digunakan untuk bercocok tanam sawit oleh Supri yang mana sebelumnya tanah tersebut dikuasi oleh AMd.

Spi sendiri membeli lahan eks PT Kobatin tersebut dengan nilai Rp 23 juta. Yang mana peruntukan untuk ganti rugi tanam tumbuh dan itu dilakukan pada tahun 2017.

Dari keterangan yang diambil dari Spi diketahui bahwa lahan eks Kobatin sudah berpindah tangan dan dibeli oleh Angga dengan nominal yang sangat fantastis sebesar Rp 120.000.000, dan hal tersebut di akui oleh Ag di kediamannya kepada jejaring awak media ini Selasa, (28 /6 /2022).

Terkait hal tersebut, secara terpisah anggota DPRD Bangka Tengah, Ketua Komisi III Era Susanto memberitanggapan “bahwa setiap lahan eks PT Kobatin tidak boleh diperjual belikan, dalam bentuk apapun. Setelah PT Kobatin dinyatakan pailit, kontrak karya PT kobatin diambil alih oleh negara, apa bila Pemerintah Daerah mengusulkan untuk penggunaan lainnya maka bisa dikembalikan ke daerah dengan syarat-syarat yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hukum”, jelas Era.

“Ditambah lagi, PJ Gubernur sudah membentuk Satgas Pertambangan, guna membersihkan tambang – tambang secara ilegal”, ucapnya.

Pantauan media investigasi.news di lapangan, Lahan yang diperjual belikan di Desa di Jongkong 12 masih terlihat aktivitas alat berat sebanyak 3 unit bermerek Liungjong dan Komatsu. menurut informasi yang didapat lahan tersebut dikelola oleh AN.

Sementara Kapolres Bangka Tengah pernah menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap lokasi Tersebut, seperti yang diungkapkan Kapolres AKBP Moch Risya Mustario. “Kami akan cek ke lapangan dan dan dalami”.

(zli)