Kurangnya Pengawasan, Pekerjaan PT. Dekky KB Dibongkar

dekky
Pekerjaan PT. Dekky Karya Bestari menuai sorotan, Sudah terjadi juga ditahun sebelumnya di Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan. Tahun 2021 ini, kembali mencuat persoalan, terutama pekerjaan paket rehabilitasi/pemeliharaan Jalan PHJD KPSN Mandeh tahap 2. Bahkan, pekerjaan kurang pengawasan itu sudah dibongkar

PESSEL, INVESTIGASI_Sepertinya, kesalahan yang sama dilakukan PT. Dekky Karya Bestari beberapa tahun lalu di Dinas PUPR, Kabupaten Pesisir Selatan. Tahun 2020 tak mendapat jatah kue di proyek di Kabupaten Pessel, berbalas pada tahun. Menariknya, mutu dan kualitas pekerjaan masih menjadi persoalan.

Terbukti, pekerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pesisir Selatan, terutama paket rehabilitas/pemeliharaan Jalan PHJD KSPNk Mandeh tahap II, bernomor kontrak 10/BM/T-PHJD/PUTR-PS/IV/2021, tanggal Kontrak 21 April 2021, tanggal SPMK 30 April 2021, nilai Kontrak 26.396.134.000, masih terkesan asal asalan.

Wajar saja, proyek masa pelaksanaan 180 hari kalender, berlokasi tersebar di Kabupaten Pesisir Selatan, konsultan, PT Alocita Mandiri,
Kontraktor, PT Dekky Karya Bestari, menuai sorotan berbagai kalangan. Karena perusahaan putra daerah itu, terkesan tak profesional dan mengabaikan mutu kualitas pekerjaan.

Faktanya, telusuran media ini, kelokasi pekerjaan, Sabtu (19/6), untuk pekerjaan pasangan batu bahu jalan, sangat kentara permainan. Terlihat pasangan batu diareal persawahan dan kondisi tanah labih dan berair, langsung dikerjakan pasangan batu. Tanpa dilakukan galian untuk koporan dan mengeringkan air.

Pompa air tak terlihat dilokasi pekerjaan. Air yang mengalir sawahan tak dikeringkan saat dilakukan pekerjaan pasangan batu.”Bahkan, batu bercampur tanah juga tak dicuci saat dilakukan pekerjaan pasangan batu dilokasi persawahan itu. Pasangan batu dalam air lebih kurang setinggi lutut, ” kata Arman, warga yang melintasi jalan tersebut.

Diperparah lagi, timbunan jalan, tanah berbatu, asal asalan. Pasalnya, batu sebesar kepala orang dewasa, juga ditimbun tanpa dipisahkan. Bahkan, terlihat saat dilakukan pemadatan.” Ini hampir terjadi disepanjang jalan yang dikerjakan,” katanya sembari menyebutkan, modusnya juga sama diruas lain.

Carut marut pekerjaan juga terlihat tumpukan material menutupi sepanjang jalan itu. Sampai magrib menjelang, tak terlihat rambu atau police line diantara tumpukan material menutupi jalan tersebut.” Ini juga berbahaya terhadap pengendara melintasi jalan tersebut, terutama saat malam hari,” imbuhnya.

Syahriwan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan, saat dikonfirmasikan, keesokan harinya langsung dibongkar pekerjaan bermasalah tersebut. Itupun hanya satu item pekerjaan dan satu lokasi.” Terima kasih atas pengawasan, sudah kami bongkar,” kata Syahriwan, sembari mengirim poto pembongkaran. Lalu, bagaimana dengan item pekerjaan lain, seperti timbunan tanah berbatu besar itu. Tunggu saja. Butet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.