Penggorengan Timah Ilegal Menjamur Di wilayah Payung

Bangka Selatan, investigasi.news-Ada beberapa gudang penampungan dan penggorengan timah yang diduga tak berizin beraktifitas di Desa Payung Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan.

Informasi warga setempat yang berhasil Tim JoBber (Journalis Babel Bergerak) himpun di lapangan, terdapat beberapa gudang atau tempat penampungan dan penggorengan timah yang salah satunya nampak kasat mata. Karena tertutup oleh aktifitas ruko yang berniaga alat alat mesin, juga perlengkapan Tambang Inkonvensional (TI).

Atau mungkin ada dugaan kuat untuk mengelabui Aparat Penegak Hukum, agar aktifitas nya tidak terendus media maupun APH dan intansi terkait. Agar aktifitas yang disinyalir ilegal itu bisa berjalan dengan lancar.

Ayau pemilik ruko yang berniaga alat alat mesin tersebut mengakui, kalau aktifitas penggorengan timah dan penampungan timah tersebut milik adik nya, hanya saja keterangan yang diberikan nya kepada Tim JoBber saat bertandang ke ruko miliknya, ia mengatakan kalau adik nya saat itu tidak ada di tempat.

“Punya adik ku yang di Pangkalpinang bang,” sebutnya kepada awak media, Sabtu (27/08/2022)

Ia menambahkan, jika sebelumnya aktifitas penampungan timah tersebut milik abang nya, cuma sekarang tidak lagi.

Dulu punya abang ku bang, men ade barang e dikirim kek bos Aon,” ucapnya.

Dia menuturkan, kalau dirinya hanya berdagang, bukan kolektor timah, akan tetapi dari keterangannya kepada awak media, ia mengetahui secara mendetail aktifitas yang dijalankan oleh adiknya.

“Kalau kami ni hanya toko bang, kalau toko kami ni sudah belasan tahun, mulai dari awal awal main timah di Bangka, cuma kan timah ni dak tentu lah, kadang sepi juga,” tuturnya.

Sayangnya Ayau tidak memberi tahukan nama dan nomor ponsel milik adiknya, untuk bahan dikonfirmasi awak media, terkait perizinan, mulai dari keterangan asal (SKA) termasuk amdal lingkungan, dia hanya bilang akan menyampaikan kepada adiknya, atas kedatangan Tim JoBber.

“Nanti saya sampaikan saja ke adik saya, siapa tahu sekali lagi nanti abang datang, soalnya sekarangkan adik saya tidak ada,” ujarnya.

Sebelumnya tidak jauh dari tempat penggorengan dan penampungan timah milik adiknya Ayau, Tim JoBber juga menemukan aktifitas penggorengan timah milik warga setempat yang bernama Hm.

Informasi tersebut didapat dari salah satu pekerja yang kebetulan sedang berada di dalam tempat penggorengan dan penampungan timah milik Herman yang disinyalir ilegal.

Hanya saja saat tim tiba dikediamannya, tidak nampak sedang beraktifitas, hanya ditemukan beberapa kampil yang diduga pasir timah yang siap dilobi.

“Bos Herman yang punya penggorengan ni pak,” kata pekerja tersebut kepada awak media.

Tim media JoBber berharap bisa bertemu dengan pemilik penggorengan timah tersebut, tapi ditahan oleh anak buahnya, dia beralasan kalau bos nya sedang tidur, dan tidak bisa diganggu.

Pak Herman lagi tidur, dak bisa diganggu, ” katanya.

Disinggung dari mana saja asal timah yang ditampung oleh bosnya, dia hanya menyebutkan satu orang dengan nama Haji Jum, yang ternyata masih bertetangga, dan berdekatan jarak rumahnya.

“Ada Haji Jum pak, dia nganter timah kesini untuk digoreng,” ungkapnya.

Karena tidak bisa bertemu dengan pemilik penggorengan timah yang disebut sebut milik Herman itu, Tim pun mendatangi rumah Haji Jum.

Rumah megah berlantai dua dan memiliki halaman luas dibelakang nya tersebut nampak sepi, hanya terlihat satu orang yang sedang bersih bersih lantai rumah bagian belakang.

“Pak Haji keluar pak, tidak ada di rumah,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Bangka Selatan, AKP Chandra Satria Adi Pradana tidak merespon konfirmasi dari awak media Tim JoBber, pesan yang dilayangkan lewat akun WhatsApp nya hanya dibaca saja, terbukti dengan ditandai centang biru.

Sementara Kapolres Bangka Selatan, AKBP Joko Isnawan saat dihubungi awak media ini, berjanji akan segera mengecek ke lokasi.

“Kita cek dulu pak, tks infonya,” jawab Kapolres Bangka Selatan Joko Isnawan dikutip pada dinding WA nya. (Tim Jb/Zli)