Diduga Pelaku Penganiayaan Di Dharmasraya Masih Berkeliaran

Dharmasraya, Investigasi.news – Hingga kini, diduga tiga orang pelaku penganiayaan terhadap korban Suci Wahdani di tempat kediamannya pada 4 april 2022 lalu berkisar jam 17’30 Lokasi Jorong Koto Tangah Kenagarian Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat masih belum menampakkan titik terang. Dari pantauan ternyata pelaku masih terlihat bebas berkeliaran.

Sementara penyidik yang menangani kasus tersebut IPDA, A Agung Ngurah Santa Subrata (kanit tipidter) pada 4 mei jam 9 via ponsel menjelaskan kasus ini masih dalam proses dan kami dari pihak penyidik akan lakukan pemanggilan terhadap dokter yang melakukan visum korban untuk meminta keterangannya.

Kemudian dikatakan juga bahwa, “terkait masalah korban di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Dareh setelah korban di visum apakah korban dirawat atas permintaan pihak rumah sakit atau atas kemauan korban sendiri”, terangnya dengan singkat.

Menanggapi hal tersebut, Sudirman bapak kandung Suci Wahdani sebagai korban penganiayaan menjelaskan bahwa masalah Suci dirawat tentu jelas atas kemauan saya sebagai orang tuanya, karena kondisi anak saya Suci waktu itu terlihat lemas dan juga mual. Waktu itu Suci juga mengatakan perut terasa sakit dan kepala pusing setelah di aniaya, saya sebagai orang tua kandungnya tentu melakukan upaya pengobatan untuk mendapatkan kesembuhan. Kalau masalah pelayanan perawatan di rumah sakit biasanya meskipun pasiennya dalam keadaan sekarat apabila pasien tidak mau di rawat inap pihak rumah sakit tak akan bisa untuk memaksa pasien agar dirawat inap, terkecuali atas kemauan pasien dan keluarganya”, beber ayah Suci.

“Saya sebagai orang tua merawat anak saya di rumah sakit itu juga tidak ada merugikan siapa-siapa. Anak saya waktu dirawat di rumah sakit Daerah Sungai Dareh waktu itu masuk dengan secara umum biayanya tidak pernah membebani orang lain. Namun setelah itu Suci juga berobat di klinik beberapa kali. Harapan saya dan juga memohon kepada bapak Kapolres Dharmasraya agar kasus ini di proses secara profesional demi mendapat keadilan karena kejadian nya sudah lebih satu bulan”, harap Dir. Tim