Sosialisasi Imnas Bengkulu

Bengkulu, Investigasi.News – Teknologi saat ini telah berkembang dengan pesat, sehingga internet dan media sosial begitu mudah untuk diakses oleh semua golongan usia. Dibalik penggunaan media sosial, terdapat juga sejumlah pengaruh buruk sebagai efek negatif dari pemanfaatan inovasi tersebut, semakin banyak berita palsu (hoax) yang diterima masyarakat, terutama didalam penggunaan media sosial.

Faktanya, telepon pintar lengkap dengan fasilitas internetnya saat ini tidak lagi sebatas digunakan sebagai sarana pendukung kerja bagi orang dewasa saja, akan tetapi telah dianggap sebagai kebutuhan yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari bagi semua golongan usia.

“Saat ini pemberitaan bohong atau palsu (hoax) menjadi fokus perhatian. Banjirnya informasi sehingga sangat menyulitkan bagi masyarakat untuk dapat membedakan mana informasi yang benar dengan informasi yang palsu,” ungkap Martanus saat memberikan pemahaman terhadap masyarakat dalam kegiatan sosialisasi Imnas Bengkulu, Senin (15/8/2022).

Hoax merupakan informasi yang direkayasa untuk menutupi informasi sebenarnya. Dengan kata lain hoax juga bisa diartikan sebagai upaya pemutarbalikan fakta menggunakan informasi yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

Tujuan dari hoax yang disengaja adalah membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan. Dalam kebingungan tersebut, masyarakat akan mudah terpengaruh. Dengan demikian, setiap individu perlu dibekali literasi media mengenai pengenalan dan antisipasi hoax.

“Secara umum dengan literasi media ini masyarakat dapat mengetahui berita yang diterimanya, bagaimana cara mengetahui berita hoax dan bagaimana cara mengatasinya,” tutupnya. (R)