Didemo Di Polda Dan Kejati, 2 Periode Ningsi Bisa Terganjal Kasus Korupsi BTT Sula 2021

More articles

spot_img

Malut, Investigasi.news Agenda perburuan rekomendasi Ningsi (Bupati Kab. Kepulauan Sula) sedikit terganggu dengan adanya pekikan suara dari mobil sound system yang meneriakkan namanya di Kepolisian Daerah (Polda) dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Mereka adalah Aliansi Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (AGMAK) Maluku Utara, yang mendesak Polda dan Kejati untuk memeriksa Bupati Ningsi (Fifian Adeningsi Mus/FAM) dalam pusaran korupsi BTT Pemda Sula tahun 2021 senilai Rp 28 miliar lebih.

Sejumlah mahasiswa Maluku Utara ini menilai janggal, gurita korupsi BTT Pemda Sula hanya menumbalkan terdakwa tunggal yakni M. Bimbi (PPK) sedangkan orang-orang yang disinyalir kuat terlibat seperti Kadis Kesehatan (KPA) Suryati Abdullah dan Bupati Sula sendiri hari ini masih menghirup udara bebas.

Baca Juga :  Chaos Di Desa Ona-Kep. Sula Gegara Diduga Oknum KPUD Larang Orang Mencoblos

Korupsi BTT Sula saat ini sudah bermuara di pengadilan Tipikor Ternate-Maluku Utara dan persidangan sementara masih terus berjalan.

“Wajar jika Bupati Ningsi disasar pendemo, karena jelas dalam BAP salah satu terperiksa, bahwa nama Ningsi digadang-gadang sebagai pemilik proyek pengadaan ini, Ningsi bersama seorang bernama Puang”, ucap warga Sula Dani Kaunar kepada investigasi (9/7).

Yang tidak wajar adalah ketika Kejari Kepulauan Sula tidak mengembangkan hal ini, padahal nama Ningsi lebih dari satu kali disebutkan oleh terperiksa, lanjut Dani.

Jika bola panas di Pengadilan Tipikor Ternate-Maluku Utara terus menggelinding dan menyasar ke Bupati perempuan pertama di Maluku Utara ini maka bukan tidak mungkin upayanya untuk melanggengkan kekuasaan (2 periode-red) akan terganjal.

Baca Juga :  Korupsi BTT Aktivis Di Sanana Sampe Mahasiswa Sula Ternate Gelar Demo

( RL )

spot_img
spot_img

Latest

spot_img