Pelantikan Pengurus KIM Kota Semarang

Semarang, investigasi.news – Wali Kota Semarang Lantik Pengurus KIM Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi lantik pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Semarang, di Gedung Moh Ihsan Balaikota Semarang, Sabtu (23/04/2022).

Wali Kota Semarang melantik pengurus KIM.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi lantik pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kota Semarang, di Gedung Moh Ihsan Balaikota Semarang, Sabtu (23/04/2022).

Pengurus KIM yang dilantik Wali Kota Semarang ini berjumlah sekitar 50 orang yang mewakili seluruh wilayah Semarang.

Wali Kota yang akrab dipanggil Hendi ini mengatakan bahwa KIM memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai penyaring berita bohong, baik dalam bentuk digital maupun konvensional. Selanjutnya, mereka juga berperan untuk menyampaikan kebijakan pemerintah secara jelas kepada masyarakat.

Selain itu, mereka juga berperan menyaring aspirasi pada pemerintah agar menjadi pertimbangan pembuatan kebijakan, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami meminta soal hoax ini ada organisasi khusus yang menangani ini. Selain itu tugas utama KIM adalah penyampaian informasi kebijakan pemerintah secara jelas sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat pada pemerintah,” kata Hendi.

Dirinya juga mengharapkan setelah dilantiknya KIM, program Lapor Hendi yang saat ini menjadi andalan warga Kota Semarang dapat dimaksimalkan dengan respon yang semakin cepat.

Di sisi lain Ketua KIM, Budiyanto mengungkapkan bahwa dasar terbentuknya KIM adalah perlunya kehadiran lembaga mandiri yang lahir dari masyarakat, dalam rangka menangkal dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif informasi digital.

Lebih lanjut, Budiyanto menambahkan bahwa dunia digital juga saat ini masih penuh dengan konten negatif seperti tayangan kekerasan, seksualitas, pornografi, pornoaksi, dan narkoba. Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk diperhatikan.

Menambahkan terkait tugas pokok, KIM menurutnya memiliki fungsi menyingkirkan sumbatan-sumbatan informasi terkait kebijakan pemerintah dan aspirasi warga.

“Sumbatan-sumbatan informasi terkait kebijakan pemerintah kepada masyarakat juga menjadi mudarat. Karena hal inilah yang menjadi salah satu sumber munculnya demo besar-besaran pada 11 April kemarin,” kata Budiyanto.
Peni