Terkait Sengketa Tanah Di Ternate, Pemilik; Seputaran Tugu Kalumata Adalah Pemberian Sultan

Ternate, investigasi.News – Terkait dengan sengketa lahan/tanah yang terjadi di Kota Ternate provinsi Maluku Utara, tepatnya di Kelurahan Kalumata yang berlokasi pada seputaran tugu kalumata puncak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, rabu (24/5), salah satu pemilik rumah yang akan disengketakan yaitu Alwan Torano menjelaskan, dalam surat keterangan pemberian tanah tersebut adalah tanah milik orang tua Djasia Buka yang diberi langsung oleh Sultan Iskandar M.Djabir Syah atas pengabdiannya di Kesultanan Ternate pada waktu itu sebagai Jogugu Loloda, Untuk dikelola oleh saudara Buka beserta anak-anak kandungnya diantaranya Djasia Buka dan Sabur Buka.

Di tempat yang sama, Alwan juga memperlihatkan bukti foto saat Sultan Iskandar M.Djabir Sjah datang ke rumah orang tua Djasia Buka pada saat memberikan tanah tersebut kepada orang tua Djasia Buka pada waktu itu.

Baca Juga :  Tarian Soya-Soya Malut Tampil di Bangui Afrika Tengah

” ini ada bukti foto ( sambil menujukan foto – red ) waktu Sultan datang untuk memberikan tanah itu pada orang tua kami “, ucap Alwan.

Lanjut Alwan, tanah yang diberikan oleh Sultan Iskandar M.Dabir Syah kepada orang tua Djasia Buka dengan luasnya sekitar 1,5 ( satu hektar setengah), dan tanah tersebut telah dimanfaatkan oleh yang bersangkutan dengan mengisi tanaman -tanaman yang berjangka panjang maupun berjangka pendek sampai mereka dapat menikmati hasilnya. Tanah tersebut dikelola pada sejak tahun 1959 berdasarkan cocatu, Cocatu dalam artian ( hak yang di berikan oleh Sultan Iskandar M. Djabir Syah atas pengabdiannya pada saat itu di kesultanan Ternate sebagai Jogugu Loloda )”, terang Alwan.

Baca Juga :  Tarian Soya-Soya Malut Tampil di Bangui Afrika Tengah

Ternate
Sultan Ternate Iskandar M.Djabir Syah, saat berkunjung ke rumah Keluarga Djasia Buka. (Foto: Dok )

Kemudian dipertegas lagi oleh Sultan Mudaffar Syah, sebagai Ruba Banga, Tola Gumi, dan Jurame dalam pengertian adat bahwa tanah yang sudah diberikan kepada masyarakat yang bersangkutan akan menjadi hak milik atau hak pribadi masyarakat tersebut.

Selanjutnya dalam surat keterangan, Sultan Mudaffar Syah memberikan pengertian agar tidak salah tafsir bahwasanya tanah perkebunan yang terletak di Kalumata Kecamatan Kota Praja Ternate Kabupaten Maluku Utara telah dikelola oleh saudara Buka bersama anak-anak kandungnya dan menjadi hak milik pribadinya sampai pada anak cucunya tidak dapat diganggu gugat oleh pihak lain atau siapapun terhadap tanah tersebut.

Baca Juga :  Tarian Soya-Soya Malut Tampil di Bangui Afrika Tengah

Berdasarkan surat keterangan pemberian diatas kiranya jelas bahwa tanah tersebut adalah tanah milik orang tua Djasia Buka dan sudah menjadi hak milik atau hak pribadi, yang mana tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Karena tanah tersebut merupakan tanah pemberian resmi oleh Sultan kepada orang tua Djasia Buka. Atas surat keterangan ini pihak keluarga ( Alwan Torano ) mengatakan apabila ada pihak lain yang datang mengklaim bahwa tanah ini adalah milik mereka dengan membawa bukti sertifikat tanah, itu tidak betul atau sertifikat itu tidak jelas. Karena jelas-jelas tanah tersebut adalah milik mereka sebagai anak cucunya saudara Buka”, tegasnya Alwan.

(B.allazim)

Related Articles

Iklan
Iklan PLN ULP Pulang Pisau

Latest Articles

Iklan Idul Fitri Asarudin La ANe