OPINI  

Kisah Nyata Keajaiban Rezeki, Setelah Berbagi

kisah

Oleh : Hasneril. SE
Kasubag Humas dan Protokol Dprd Agam

Harta yang kita miliki memang bukan segalanya. Hanya saja tak bisa kita pungkiri bahwa harta bisa mempermudah banyak hal. Bukan berarti kita harus serakah dan menumpuk banyak harta untuk bisa bahagia. Dan Tidak perlu juga terlalu pesimis dalam menanti rezeki.

Ada keajaiban – keajaiban yang bisa didapat dari berbagi. Ada kemudahan yang bisa kita dapat dari sedekah, dulu saya juga pernah menulis kisah nyata berbagi saya bersama Marve penjual koran, dan ini ada lagi kisah yang saya alami sendiri .

Suatu hari saya ditugaskan dari Kantor dinas ke Kota Batiah Payakumbuh, berangkat dari kantor dipagi hari. Dalam perjalanan saya bercerita sama Yogi sambil menyetir kendaraan. Kebetulan berangkat dari kantor berdua saja, kali ini saya cerita banyak tentang bahagianya berbagi.

Dalam cerita itu saya menceritakan punya teman di salah satu Kecamatan di bagian wilayah Agam timur dan hari ini rencana mau melihatnya sambil lewat pulang nanti, Yogi bertanya siapa dia, saya jawab berinisial F, saya katakan dulu saya sering main ke kampungnya disalah satu Jorong di Kecamatan Candung, disana saya punya orang tua angkat dan juga punya adik angkat dan sudah seperti keluarga sendiri, kalau libur kalau sedang di Bukittinggi saya main ke Jorong tersebut untuk menemui keluarga yang ada
disana, kebetulan F berteman dengan adik yang ada disana, F juga sudah anggap saya sebagai abangnya, bahkan pernah juga bersama adik ikut menginap ditempat saya.

“Hubungan sudah seperti saudara kandung, F sehabis kuliah pergi merantau tinggal sama ibunya disalah satu kota, sedangkan ayah tinggal dikota lain karena sudah berpisah dengan ibu.

Beberapa bulan terakhir F pulang ke kampung bersama adiknya dan tinggal bersama nenek, sedangkan ibu tinggal bersama ayah baru F di kota lain, tidak berapa lama tinggal di kampung bersama nenek, sang nenek meninggal, F tinggal berdua beradik di rumah tanpa ayah dan ibu, juga untuk hidup harus cari uang sendiri, padahal sebelumnya hidup mereka bersama ibuk sekarang tidak lagi.

Suatu hari saya di telp oleh adik yang teman F , dia bilang uda lihat lah F ke kampung, karena hari itu saya sedang di Bukittinggi saya melunjur ke sana, saya cari ketemu dan saya bawa kerumah makan, kami makan bersama, yang sang adik dia sudah kembali ke kota Padang, selesai makan saya beri F motivasi untuk tetap semangat, jangan putus asa, harus kuat karena setiap kesulitan pasti ada hikmahnya, setelah cerita hampir satu jam saya pamit untuk kembali, Hampir menangis melihatnya, sepanjang jalan saya berdoa mudah2an F tetap Allah sehatkan diberi kesabaran dalam menghadapi ujian ini, pokoknya saya terharu melihatnya, itu cerita saya kepada Yogi.

Siang itu setelah acara dinas di Kota Batiah yogi bilang kita ke Kecamatan Canduang, saya jawab ia, sepanjang jalan saya coba kontak F tidak diangkat-angkat ,di WA ngak dibalas, akhirnya sampailah kami di persimpangan di dekat rumah F, diulang lagi ngak juga, saya bilang sama yogi , bahwa saya sudah ada niat berbagi dengan F tapi dia ngak datang, kata Yogi kita tunggu, mobil diparkirkan dipinggir jalan, ditangan sudah ada dipegang yang akan diserahkan pada F, saya janji akan cari F sampai dapat karena sudah saya niatkan untuk membantu F.

Tidak berapa lama berdering hp dikira dari F yang nelp rupanya dari orang lain yang nelp, diangkat rupanya yang nelp orang yang pernah ditolong menjualkan rumah beberapa bulan yang lalu, Dia menanyakan keberadaan saya untuk memberi uang jasa, padahal itu sudah lama hari itu dia mau beri uang jasa, tapi saya jawab besok saja karena sedang di Agam wilayah timur.

Selesai telp diangkat datang F ke mobil, dia tersenyum seperti adik ketemu abang kandung, dia bilang sudah sehat dan dia juga tanya saya bagaimana, dijawab sehat juga. Saya berikan yang saya genggam tadi sama F , dia ambil sambil mengucapkan terima kasih banyak uda dengan wajah yang berkaca-kaca antara sedih dan bahagia. Saya bilang jangan tinggalkan shalat, banyak berdoa dan kerja apa yang bisa yang penting halal dan bisa hidup.

Saya pamit untuk pergi dan tidak bisa lama-lama karena harus cepat kembali, ya uda hati-hati dan terima kasih.

Baru berangkat datang telp dari Fanny ASN di Mentawai di mau bersedekah lewat saya , untuk Panti Asuhan, untuk Pondok pesantren PADI yang keduanya dia tahu saya jadi pengurus di dalamnya dan juga Fanny menitipkan sadaqah untuk mesjid yang saya tahu yang sedang membangun sebanyak 1.500.000,-, yang untuk mesjid saya serahkan ke Mesjid Nurul Iman Cubadak ,untuk Panti Asuhan 1.700.000 dan untuk Pondok Pesantren 1. 000.000,- , langsung Allah ganti berlipat ganda apa yang saya berikan pada F tadi.

Saya bergumam sendiri, rasa takjub menghampiri pikiran saya. Antara terdengar dan tidak saya berkata sendiri Itulah luar biasanya sedekah, Semoga cerita saya ini bisa menjadi motivasi kita bersama untuk saling berbagi. Semoga rezeki kita semua selalu mengalir dan lancar, Tetaplah bersedekah, berbagi, menyisihkan sebagian penghasilan untuk orang terdekat, karena itu bisa membuka pintu-pintu rezeki yang baru. Iringi dengan niat baik dari setiap hal yang dilakukan, maka akan ada yang lebih banyak hal baik yang kita dapatkan. Amin ya Rabbal Alamin