OPINI  

Sehat Itu Adalah Anugerah

Tak ada yang bisa melawan takdir ilahi. Yang sehat tak pernah bermimpi sakit. Meski sakit itu akan datang tanpa aba-aba. Meski Kedatangan sakit seringkali ditolak, namun kerena kententuan yang telah ditakdirkan oleh Allah maka tak seorangpun mampu menjauh dari yang telah digariskan.

Banyak orang tidak menginginkan untuk masuk rumah sakit, Namun keadaan memaksa seseorang untuk tetap menjalaninya. Meski hal tersebut terasa berat dan tidak diinginkan.

Saya sering masuk rumah sakit tapi bukan untuk dilayani atau dirawat tapi hanya sekedar menjenguk saudara yang sakit, atau ada keperluan lainnya. Dan Alhamdulillah nya semenjak lahir saya belum pernah masuk Rumah sakit. Dan saya juga berharap di dalam setiap doa agar jangan sampai masuk dan dirawat di rumah sakit. Walaupun saat ini, banyak rumah sakit yang mewah. Pegawainya baik, cantik atau ganteng tetap saja rumah sakit satu momok yang menakutkan.

Singkat cerita, dibulan Februari 2022 di hari Jumat, waktu saya shalat di Mesjid Alkairah di samping Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi Lubukbasung, tiba-tiba perut sakit sekali, dan baru sekali ini yang merasakan sakit seperti ini.

Ketika pulang dari RS dan disambut anak-anak panti asuhan putra. (Foto: DJ)

Sampai di rumah saya telp dokter yang sangat dikenal dan yang selalu dekat dengan semua pasien, maksud nelp ingin periksa ke Klinik tempat beliau praktek, setelah bisa dihubungi beliau langsung bilang saya harus di bawa ke IGD RSUD Lubukbasung dan beliau tunggu.

Karena ingin sehat setelah konsultasi sama istri saya pergi ke IGD dengan anakku Ismail, biasa saya takut melihat suntik tapi karena ingin sehat takut itu tiba-tiba hilang. Di IGD disambut oleh Dokter Dayat yang ramah dan sopan ,begitu juga perawat-perawat yang santun, tidak lama datang dokter Riko Jumattullah bersama mantan TU RSUD.

Karena ingin sehat sang perawat bilang saya harus disuntik dan makan obat, saya jawab InshaaAllah, selama tiga hari boleh balik ke IGD karena habis obat sakit datang lagi. Jadi akhirnya setelah konsul ke dokter, waktu itu dokter yang piket adalah dokter Riko dan saya diputuskan untuk di rawat, karena ingin sehat saya setuju dan waktu itu saya pasrah dan berserah diri pada Allah SWT.

Waktu itu saya diantar oleh anak nomor satu dan nomor dua, juga pimpinan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Ayahnda Dabesri Bara dan Juliardi juga mendampingi di ruangan yang paling saya takuti itu Ruangan IGD.

Anak – anak pondok pesantren PADI saat menjenguk. (Foto: DJ)

Karena ingin sehat sang perawat bilang saya harus disuntik dan makan obat, saya jawab InshaaAllah, selama tiga hari boleh balik ke IGD karena habis obat sakit datang lagi. Jadi akhirnya setelah konsul ke dokter, waktu itu dokter yang piket adalah dokter lain, dokter tersebut ditelp oleh dokter Riko yang sedang berada di Padang karena waktu itu hari minggu dan saya dipesankan oleh dokter Riko untuk dirawat, setelah diputuskan untuk di rawat, karena ingin sehat saya setuju dan waktu itu saya pasrah dan berserah diri pada Allah SWT.

Dalam hidup ini ada saatnya kita terbaring di rumah sakit dalam kondisi yang tak berdaya. Saat terbaring lemah saya didampingi oleh orang-orang tersayang dan yang dicintai di dampingi oleh sahabat-sahabat dekat dan santri-santri yang sudah menganggap kita seperti ayah mereka sendiri.

Selama di rawat di ruangan VIP RSUD Lubukbasung, banyak orang yang datang menjenguk, setiap tamu yang datang selalu saya bilang doa kan saya cepat sembuh dan bisa pulang ke rumah, ada tamu yang bilang sehatkan betul dulu baru pulang, hampir tamu yang datang selalu saya bilang untuk minta doa.

Saya pulang Rabu, subuhnya bilang dokter Riko Jumattullah lewat WA, “pak saya ingin pulang, kata dokter sudah sehat, saya bilang sudah, kalau Infus dikunci pasti sakit, memang tidak sakit kalau infus jalan”, kata dokter nanti jam 10.00 wib beliau datang ke kamar untuk melihat kondisi saya.

Sebelum jam 10.00 wib banyak tamu yang datang melihat kita sakit, ada ibuk-ibuk majlis pengajian dan ada juga kawan-kawan dari kantor DPRD Agam.

Dari dalam lubuk hati yang paling dalam saya minta doa sama setiap tamu yang datang pagi itu, mohon doa sehat dan Insyaallah pagi ini saya ingin pulang kalau bapak dan ibuk ikut doakan saya untuk sehat, saya yakin hari ini saya bisa pulang ke rumah.

Jam 10.00 pagi dokter Riko datang bersama dokter lain, saya sapa dengan mimik yang sopan dan santun, pak dokter bertanya sudah sehat pak aji ? saya bilang sudah pak, coba buka infusnya kalau tidak terasa sakit selama dua jam pak aji boleh pulang, dicoba buka infus sudah hampir 2 jam tidak terasa sakit.

Tepat jam 12.00 wib siang saya putuskan untuk pulang karena tidak terasa sakit lagi, tapi saya tetap was-was takut sakit lagi, karena subuh masih terasa sakit betul, setelah izin dokter semua administrasi saya urus dengan bantuan perawat di RSUD tersebut.

Sampai di rumah tidak ada lagi sakit sampai sekarang, bisa jadi ini doa salah satu orang yang menjenguk saya pagi itu mungkin Allah SWT kabulkan karena menjelang subuh masih terasa sakit sekali.

Pesan saya pada saudara ayah dan bunda, banyak-banyaklah mendoakan saudaramu, bisa jadi kesehatan yang kamu miliki saat ini adalah doa dari saudara yang lain.

Orang yang hebat adalah orang yang mendapatkan cobaan sakit, namun berusaha untuk tetap tabah dan ikhlas menjalaninya. Karena bisa jadi cobaan sakit itu Allah SWT berikan untuk penggugur dosa-dosa kita. Semoga kita bisa menerima dan menjalani kadar Allah.