AGAM  

Canangkan 100 Hektar Kebun Kopi di 2022, Rinal Wahyudi ; Kita Sudah Siapkan 100.000 Batang Bibit Kopi Arabika Untuk Tahap Awal

Agam, Investigasi.news – Anggota DPRD Agam termuda di periode 2019-2024 menggandeng perusahaan eksportir kopi dari Kerinci.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Agam ini juga sebagai Ketua Fraksi sekaligus menegaskan akan mengubah lahan-lahan tidak produktif di sekitaran lereng Gunung Marapi (kecamatan Baso hingga Kecamatan Sungai Pua) untuk dijadikan kebun kopi.

Dikarenakan, gerakan penanaman kopi arabika ini sudah dilakukan sejak kurang lebih satu setengah tahun. Melalui gerakan #kopilasireborn ini sudah tertanam sekitar 20.000 batang kopi arabika jenis Gayo 2 di 10 ha lahan yang tersebar di kecamatan Canduang.

“Perkebunan ini adalah perkebunan rakyat, kita menyediakan bibit dan mendampingi perawatan, masyarakat lah yg akan menanam dan menikmati hasil panennya. Untuk pemenuhan kebutuhan bibit, kita sudah siapkan 100.000 biji benih kopi arabika yang insya Allah siap ditanam di bulan Agustus-September mendatang.

Benih ini dipesan dari Takengon dengan jenis Gayo 2 yg akan dibibitkan oleh tim #kopilasireborn dengan melibatkan warga sekitar. Bulan depan insya Allah akan kita datangkan 100.000 benih lagi. Bagi maayarakat yg berminat menanam kopi silakan siapkan lahan, atau yg mau lahannya produktif tapi tidak sanggup mengelola silakan hubungi tim #kopilasireborn” di Kadai Kopi Lasi” ucap Rinal Wahyudi yang juga sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Agam ini.

Adapun #kopilasireborn diwujudkan dalam badan hukum perseroan terbatas bernama Perkebunan Kopi Marapi. “Pendirian badan hukum ini menandakan bahwa kita bertekad mengelola dan mengembangkan kopi arabika di kaki Gunung Marapi ini secara profesional” tegas Anton Efendi sebagai CEO Perkebunan Kopi Marapi.

Perusahaan yang bermarkas di Kadai Kopi Lasi ini kedatangan tamu istimewa dari Kerinci, yaitu rombongan PT Alko Sumatra Kopi yang dipimpin Suryono. Alko dan tim #kopilasireborn sepakat mengembangkan kopi arabika kualitas ekspor.

“Alko sebagai mitra dari #kopilasireborn atau Perkebunan Kopi Marapi siap bekerjasama untuk mewujudkan target tahun ini 100 hektar lahan kopi arabika, kita akan dorong terus agar lahan ini terus meluas menjadi 1.000 hektar, hingga Kopi Lasi bisa menembus pasar internasional, secara pemenuhan permintaan buyer kami masih belum bisa memenuhi, kami berharap Kopi Lasi dua atau tiga tahun lagi bisa masuk memenuhi permintaan buyer kami” kata Suryono CEO Alko Sumatra Kopi.

“Kegiatan hari ini berupa penandatanganan MoU untuk pengembangan perkebunan kopi di Agam. Selesai menandatangani MoU, peserta bergerak ke kebun kopi untuk mencanangkan 100 hektar kebun kopi di tahun 2022 ini dan akan berkembang hingga 1.000 hektar. Gerakan ini mewadahi kelompok tani, petani perorangan dan perkebunan khusus.” Pebriansyah Direktur Operasional Alko menjelaskan. Daji