AGAM  

Ketua Komisi III Minta Pemda Agam Serius Tangani Sampah

Agam, Investigasi.news – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Agam, Zulhefi meminta pemerintah daerah Kabupaten Agam agar lebih serius menangani masalah sampah di Kabupaten Agam.

“Saya menilai, pemerintah kabupaten Agam tidak serius menangani sampah yang ada di kabupaten Agam,” kata Zulhefi di Lubuk Basung, Selasa (12/7).

Ia beralasan, alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah di kabupaten agam sangat kecil dari APBD.

“Kabupaten Agam memiliki wilayah yang luas, terdiri dari 16 kecamatan. Sedangkan alokasi anggaran dalam APBD sebesar 0,12 persen dari APBD. Tentu itu tidak sesuai dan tidak memadai sama sekali,” kata anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra itu.

Tak hanya rendahnya alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah, tingkat pelayanan sampah di Kabupaten Agam juga termasuk rendah dibanding kabupaten atau kota lainnya di Sumatera Barat.

“Tingkat pelayanan sampah di Kabupaten Agam oleh pemerintah daerah sebesar 24,34 persen. Pelayanan sampah oleh pemda Agam terbilang rendah,” ungkapnya.

Untuk jumlah sampah yang ada di Kabupaten Agam sangat besar. Untuk Agam Timur saja, jumlah sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Payakumbuh.

“Setiap hari, jumlah sampah, khususnya dari Agam Timur yang harus dibuang ke TPA Regional yang berlokasi di Payakumbuh sebanyak 28 ton per hari,” ungkap mantan wartawan itu.

Oleh karena itu, ia meminta Pemda Agam lebih serius dan menyediakan alokasi anggaran yang besar untuk pengolahan sampah. Selain itu, pemda Agam diminta untuk lebih kreatif memikirkan bagaimana cara pengolahan sampah menjadi positif dan bernilai ekonomi.

“Pemda Agam jangan lagi berdiam diri dan segera berbenah mengatasi masalah yang di Kabupaten Agam,” pungkas Zulhefi. ***