Diundang Tapi Dihadang, Bupati Lari Kena Kartu Kuning AMS

Solok. Investigasi.News – Rapat Paripurna HUT 109 Kabupaten Solok Sabtu (9/4) di Warnai pemandangan yang tidak sedap. Pasalnya di luar gedung DPRD terlihat Aparat Kepolisian Resor Solok seperti sedang menghadang musuh. Padahal yang datang hanya mahasiswa yang diundang untuk hadir di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Solok.

Aneh memang, mahasiswa adalah bagian dari rakyat, mereka datang ke gedung rakyat malah dihalang dan dihadang oleh aparat kepolisian. hal ini diduga kuat ada oknum ASN yang sengaja membuat isu yang buruk terhadap kedatangan mahasiswa ke DPRD.

Dibuktikan saat investigasi.news berbincang dan adu mulut dengan ASN di Bagian Umum DPRD, ” Kami tidak ada mengundang mereka (mahasiswa), hanya membuat demo tak beraturan saja di DPRD ini’, kata Ibuk bagian umum tersebut.

Namun saat Media Investigasi.news menanya balik siapa yang bilang mereka (mahasiswa) itu demo, setahu kami mereka datang hanya memenuhi undangan Ketua DPRD, untuk hadir di Paripurna HUT Kabupaten Solok kok malah di tuduh Demo, kata tim media Investigasi, namun dengan Arogan tau-taunya si Ibuk Kabag tersebut malah terkesan marah, yang jelas kami di DPRD ini dan juga pemerintah tidak ada mengundang mahasiswa, silahkan cek, katanya dengan nada tinggi.

Bukankah DPRD dan Jabatan ketua DPRD tersebut adalah bagian dari Pemerintah, yang mengundang mahasiswa Ketua DPRD, sangat terlihat sekali pembodohan yang di
lakukan oleh seorang Kabag di DPRD Kabupaten Solok.

Dari rangkaian peristiwa yang terjadi di ruang humas DPRD tersebut, patut diduga ada oknum yang sengaja menyebar Isyu kedatangan mahasiswa Atas nama Aliansi Mahasiswa Solok Se Indonesia (AMS.se Indonesia) untuk melakukan demo. Padahal mereka hanya memenuhi undangan, dan diduga kuat Isyu demo tersebut sampai ke Aparat penegak hukum, makanya mahasiswa datang dihadang, pada hal mereka itu rakyat yang di Undang.

Terhadap peristiwa tersebut, akhir setelah Rapat Paripurna Selesai sang Bupati sengaja mengelak untuk naik ke Mobil, karena di sekitar Mobil BA 1 H ada mahasiswa yang sedang dihadang Aparat, terkesan sekali bupati dan undangan lainya Lari melihat kedatangan mahasiswa AMS.

Mendapati hal yang tak mengenakkan tersebut, Koordinator yang sekaligus Ketua Aliansi Mahasiswa Se Indonesia “Anggra Islami Dasya” menyatakan kami ini datang hanya menghadiri undangan dari Ketua DPRD dan kami tidak unjuk rasa atau berdemo ke sini, tapi kenyataanya kami datang kami di hadang aparat kepolisian dan sangat banyak aparat yang mencoba menghalangi kedatangan kami, ada apa dengan kami ini, kalau kami di tuduh berdemo ayo berdialog dengan kami”, katanya dengan kekecewaan.

Menurutnya sangat disayangkankan sekali, gesture orang-orang pintar yang hanya mampu menduga dan menuduh yang tidak benar serta tidak gemar membuka dialog. Sayang sekali karena kekuasaan dianggap lebih penting dari ilmu pengetahuan.

Percayalah pak bupati, ilmulah yang punya masa depan, kekuasaan tidak pernah bisa bertahan. Seharusnya dialog adalah jalan kita, Pak bupati lupa bahwa salah satu sebab kita mengambil dialog keterbukaan dan demokrasi sebagai jalan adalah karena kita sering melihat kekuasaan selalu menyimpang. Ini pengalaman kita sebagai generasi daerah. Apakah bapak belum paham? Katanya.

” Ajarlah generasi ini pak bupati agar kami mengerti bahwa ilmu lebih penting dari kekuasaan dan agar kerukunan itu hadir pertama-tama dari ketenangan jiwa para pemimpin yang arif bijaksana. Jangan biarkan suasana jiwa yang gusar penuh dendam menyebar. Jangan!. Tunjukkan lah sikap golongan tua yang memberikan contoh yang ber adab dan bermartabat kepada golongan muda.

Sehingga kepemimpinan itu menjadi kepemimpinan yg menginspirasi bukan menjadi kepemimpinan yang dipenuhi arogansi. Jabatan bapak hanya 5 tahun pak, tidak lama. Jangan berpikir bahwa kekuasaan akan panjang”, tegasnya.

Lebih jauh Anggra menyampaikan, “belum lagi masalah krusial dan fundamental yang mesti diurus oleh pemerintahan bapak bupati dengan keterbatasan APBD. Sasaran program seharusnya menumbuh kembangkan swasembada dan daya ekonomi petani. Serta memastikan semua masyarakat mendapatkan pendidikan dan jaminan kesehatan yang layak. Banyak sekali pak, persoalan yang harus diselesaikan di Solok sebagai salah satu kabupaten terluas ini. Buktikan bahwa celotehan itu bisa membangun daerah ini. Bukan menjadikan kekuasaan sebagai alat untuk mengkebiri hak orang lain”. Katanya mengakhiri.

Diakhir aksi, AMS melihat Bupati dan Rombongan Menghindar yang terkesan Lari, Membuat Aliansi Mahasiswa Solok bersorak” Pak Bupati Kemana Pak, Kenapa Lari Pak dan memberikan kartu kuning dan mengibarkan baliho yang bertuliskan ” CEPAT PULIH AKAL SEHAT PARA PEJABAT”. (Ega).