Diduga Kantongi Fee Diharga Pasaran, Disperindag Kerinci Tidak Bekerja Secara Efektif ?

Kerinci, Investigasi.news – Terkuak lagi di masyarakat Kerinci terkait permasalahan Gas Elpiji yang sudah tidak asing lagi di Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Dimana sebelumnya pernah media ini bersama rekan LSM dialog dengan Disperindag Kerinci dan Kota Sungai penuh namun tidak membuahkan hasil. Kini malah terulang kembali dan terpantau diluar dari Eceran Tertinggi (HET).

Sementara hasil pantauan LSM Brajo Sakti Kamis (22/12/2022) di pasaran harga eceran Elpiji  beredar dari 20.000 sampai 27.000 harga ini luar dari harga standar.

Diduga ini karena lemahnya pengawasan dari Dinas Perindag, melalui Kabid Pasar Alfianto yang diduga jarang kontrol harga pasaran.

Lebih parah lagi Kabid Pasar Alfianto tidak tahu dan tidak kontrol barang yang sudah kadaluarsa dipasaran. Kemudian juga ditemukan di tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang sudah tidak layak pakai lagi. Sehingga dapat menimbulkan dampak pada kebakaran.

Lebih lanjut, ketua LSM Mawar Indonesia Sopiyan akan tindak lanjuti laporan masyarakat dipasaran terkait harga eceran Elpiji 3 kg dan barang yang sudah kadaluarsa”, tandasnya. (kamra)