MUI Kota Bukittinggi Keluarkan Pendapat Untuk Pedagang Makanan

Bukittinggi, Investigasi.News – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), H.Cholil Nafis menyampaikan hasil tinjauannya di lapangan terhadap warung yang menjual makanan di saat bulan Ramadan, tidak perlu ditutup dengan syarat tidak memamerkan dagangan kepada orang yang berpuasa.

Mengenai pendapat yang seperti itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bukittinggi, Efriadi mengatakan bahwa statement tersebut belum bisa sepenuhnya diterapkan di Bukittinggi.

“Kita masih memegang prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kalau kita dapati ada pelanggaran, kita akan tetap beri sanksi. Sesuai arahan pimpinan,” tuturnya kepada wartawan di lapangan Kamis (31/3/2022

Hingga saat ini, Kota Bukittinggi masih menerapkan hal yang tertuang di dalam Perda Nomor 3 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 30 yang akan memberi tindakan sesuai mekanisme yang berlaku terkait pedagang makanan yang melayani konsumen pada siang hari.

“Kita tidak melarang yang berdagang, tapi ada waktunya. Pedagang makanan diizin berdagang dari sore menjelang berbuka puasa ,” ujar Kasat Pol PP Bukittinggi.

Sementara itu, untuk memaksimalkan penegakan Perda dan demi menjaga kenyamanan masyarakat Bukittinggi, Satpol PP Bukittinggi telah melakukan pemetaan terkait daerah rawan pelanggaran perda tersebut.

“Daerah rawannya ada di beberapa titik yang disayangkan juga ramai pengunjung. Titik tersebut seperti di Pasar Atas, Lantai 2 Los Pasar Aur Kuning dan ada beberapa titik yang terdapat di dalam pasar Aur Kuning,” ucapnya.

Namun, jika terdapat pelanggaran di lokasi-lokasi lain, Satpol PP Bukittinggi telah menyiapkan tim patroli untuk untuk disesuaikan lokasi jelas, ” Efriadi. (zlk)