Dinas Kesehatan Taliabu Gelar Orientasi Infan Feeding Practice

Kegiatan melakukan pembekalan orientasi untuk memperkuat peningkatan, intervensi, dan evaluasi dalam penanganan penurunan stunting. (Ist)

Maluku Utara, Investigasi.news- Dinas Kesehata Kabupaten Pulau Taliabu ( Pultab ) Maluku Utara ( Malut ) gelar Orientasi infan feeding practice ( Asuhan Keterampilan Makanan Bayi)
kamis 15/12/2022

Kegiatan tersebut Berlangsung di Aula kantor bupati, turut hadir Asisten 1, asisten 2, Desamansyan SpA dokter anak, Virginia L Ramlan dokter umum dan 50 peserta stunting yang pertugas di Desa lokus stunting

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kurasia Marsaoly yang di bacakan oleh, Eema Larakaba Sekretaris Dinas Kesehatan, Mengatakan Stunting masih merupakan masalah kesehatan tingkat nasional, provinsi, Kabupten/kota, Kecamatan, bahkan tingkat Desa

Untuk itu Pemerintah melajukan upaya dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui persiapan, perencanaan, persiapan, intervensi dan evaluasi. Tentunya proses ini tidak mudah dilalui dengan adanya berbagai tantangan yang dihadapi

Namun hal itu tidak mematahkan semangat kita untuk terus melakukan kegiatan secara terus menerus sehingga pada bulan kemarin sudah terdapat penurunan kasus sebanyak 10 persen, itu membuktikan keseriusan dalam penanganan stunting.

“Untuk mencapai hal tersebut dikarenakan kerja sama yang baik antara lintas OPD kemudian stakeholder sehingga yang tadinya angka stunting 35 persen turun menjadi 20 persen lebih,”tutur ema

Lanjut Aema, Hari ini Kegiatan melakukan pembekalan orientasi untuk memperkuat peningkatan, intervensi, dan evaluasi dalam penanganan penurunan stunting,”

“Hal ini dilakukan atas dasar temuan temuan yang ditemukan, upaya-upaya yang telah dilakukan sehingga ditemukan terdapat kekurangan yang harus di lakukan perbaikan, sehingga proses pelaksanaan pencegahan stunting ini dapat dilakukan dengan baik,” ungkapnya

Dalam kesempatan ini Maruf (Asisten 2 Setda Kab. Pulau Taliabu),dalam kata sambutanya ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menyambut baik kegiatan ini mengingat saat ini kita sedang menghadapi tantangan utama dalam pengendalian penyakit yakni adanya transisi epidemiologi

“Hal ini menyebabkan munculnya beban ganda terkait pengendalian penyakit menular yang belum selesai, sedangkan di sisi lain kasus penyakit tidak menular semakin meningkat,”kata maruf

Lebih lanjut maruf juga menyampaikan , Pemerintah Daerah ( Pemda ) memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan melalui paparan, penjelasan, dan informasi dari Narasumber terkait Penguatan Intervensi Suplementasi Gizi dan Ibu Hamil di Desa Lokus Stunting dan Lokus Desa Rencana di Kabupaten Pulau Taliabu, dapat memperluas pemahaman ibu-ibu peserta agar dapat diaplikasikan dalam penanganan stunting diwilayah kerjanya
masing-masing, serta mengetahui dengan jelas langkah apa yang harus kita upayakan dalam menangani stunting di Kabupaten Pulau Taliabu

“Seperti yang kita ketahui, bahwa Kabupaten Pulau Taliabu merupakan salah satu Kabupaten Lokus Stunting dengan prevalensi kasus tertinggi di Provinsi Maluku Utara,”

Maaruf bilang, menindaklanjuti Peraturan Bupati Pulau Taliabu Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu dan Rencana Aksi dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Penurunan Stunting, maka penting sekali untuk kegiatan ini dilaksanakan karena merupakan salah satu upaya percepatan penurunan stunting

“Dimana setiap kader di desa dibekali dengan ilmu pengetahun tentang Deteksi dini dan tata laksana dini stunting, Peran PKK dalam posyandu, Peran petugas Yaga Mei serta Pengukuran dan tata laksana gizi buruk dan Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan mutu giz
perseorangan dan masyarakat yang dilakukan oleh ibu-ibu yang akan dilatih pada hari ini oleh pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya masing-masing,”

Ia berharap, kegiatan ini dapat menyiapkan kader-kader yang selanjutnya akan mengimplementasikan apa yang didapat disini di wilayah kerjanya masing-masing. Semoga setelah kegiatan ini peserta dapat menambah soft skills dalam upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.tutupnya

Penulis : Y.Tabaika
Sumber: Aema / Kuraisia Marsaoly