Selain Langka, Harga BBM Bersubsidi Jenis Mitan Di Taliabu Juga Meroket

Maluku, Investigasi.News – Harga BBM bersubsidi jenis minyak Tanah( mitan ) Di taliabu melambung hingga Rp 8.000/liter

Pemerintah Daerah Taliabu telah membijaki penjualan minyak tanah dilakukan satu pintu pada pangkalan.

Sementara untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah sendiri disepakati senilai Rp6.500/liter.

Informasi yang diterima Investigasi.News penjualan minyak tanah telah berlangsung beberapa hari ini oleh PT. Taliabu Indonesia Mandiri ( TIM ) pada waktu dua hari lalu telah melakukan penjualan sesuai dengan harga yang ditentukan.

Warga bahkan rela mengantre demi mendapatkan stok BBM bersubsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Disamping itu, terdapat kejanggalan penjualan minyak tanah di Desa Kramat, Kecamatan Taliabu Barat,pada Minggu (20/11/2022) kemarin.

Warga setempat mengeluh lantaran harga minyak tanah yang diatur berbeda dengan yang didapatkan.

“Kami beli minyak tanah yang mereka jual itu harganya Rp8 ribu/liter , padahal yang kami tahu Het yang ditetapkan Rp 6.500,” kata warga menolak namanya diberikan, Senin (21/11/2022).

Pemilik Pangkalan Akmal dan Ilang Jaya, Abidin, mengatakan tidak tahu menahu soal kenaikan harga tinggi tersebut.

Meski demikian, Abidin mengaku jatah minyak yang dijual di Desa Kramat itu bersumber dari pangkalannya.

“Stoknya 5 ton, termasuk 970 liter lagi 30 liter 1 ton yang di di lari (dijual) ke Kramat itu,” kata Abidin.

Pihak Pemda Taliabu juga sebelumnya menghentikan penjualan minyak tanah di pengecer untuk mengantisipasi kelangkaan.

Karena itu, Abidin menyatakan bahwa stok yang didistribusikan ke Desa Kramat untuk pengecer telah disetujui pihak Dinas Perindagkop.

“Kami jujur saja, saya jual di Kramat, mereka minta (sesuai rekomendasi) Disperindagkop, kemudian pembeli dari desa kramat pun di dampingi langsung oleh salah satu KABID DISPERINDAGKOP yang kemudian di bawa ke desa kramat” ungkapnya

lanjut Abidin, minyak tanah dijual pada Minggu kemarin sebanyak 5 ton dijual habis hanya memakan waktu selama kurang lebih 3 jam

Selain itu, Dinas Perindagkop dan UKM Taliabu belum mengambil langkah dalam mengawasi kenaikan harga tersebut.

Untuk di ketahui, Selain minyak tanah, harga minyak subsidi seperti pertalite di Taliabu juga tembus hingga Rp18 ribu/liter

Penulis : Y. Tabaika
Sumber : Abidin