Desember 2022, Hasil Tangkap Nelayan Menurun Tajam, Biaya Produksi Tinggi

Medan Belawan, investigasi.news – Bulan Desember Tahun 2022 bulan penuh kekhawatiran bagi nelayan khususnya kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Rabu, (28/12/2022).

Di bulan Desember merupakan bulan musim hujan dan ombak besar di tengah laut. Dampaknya sangat dirasakan nelayan kita Medan.

“Biaya produksi sangat tinggi (Biaya melaut-red), sedangkan hasil tangkap nelayan tidak ada, banyak nelayan dan pengusaha ikan tidak sanggup bertahan,” kata pekerja gudang ikan Gabion Belawan berinisial Bi.

Dampak iklim itu juga dirasakan ratusan nelayan bot dibawah 5 GT (Nelayan skala kecil-red).

“Biaya melaut itu cukup besar, tidak sesuai dengan penghasilan tangkap ikan yang menurun tajam, semoga keadaan ini cepat berlalu,” kata Nazar (71).

Sulitnya hasil tangkap ikan yang tidak sebanding dengan harga BBM dan biaya produksi lainnya dapat mengancam hilangnya pekerjaan terhadap ratusan orang pekerja di gudang Gabion Belawan. Keadaan itu mengancam nelayan skala kecil gulung tikar.

Terpisah, sejak awal Desember 2022 lalu, berbagai jenis ikan sasah didapati di pajak-pajak perbelanjaan masyarakat. Ikan yang sedikit itu harganya naik melambung tinggi, bahkan mencapai Rp. 40 ribu per kg untuk ikan gembung/kedah. Begitu pula harga ikan tongkol dan ikan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, belum ada tanda-tanda perobahan turunnya harga BBM dan meningkatnya hasil tangkap nelayan. (Man)