Edi Cotok Bakal Meriahkan Acara Panjat Pinang di Taluak Ambun

Pasaman, Investigasi.news – Artis Minang Edi Cotok dan KIM bakal menghoyak Jorong Taluak Ambun Nagari Pauh Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman pada malam ini (18/06). kehadiran dari dunia hiburan sebagai pelengkap acara tradisi unik dalam penutup Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Seperti yang kita ketahui siang ini sudah mengadakan lomba panjat batang pinang, tarik tambang untuk ibu-ibu dan bapak-bapak. Dilanjutkan pada malam harinya hiburan dari Artis minang Edi Cotok dan acara Kim untuk masyarakat Pasaman dengan menyediakan hadiah hiburan.

Sebagai momen panjat batang pinang digelar di Depan Embun Water Park Tuak ambun lubuk Sikaping. Acara tersebut membuat warga berdatangan diantaranya dari Kecamatan Panti, Rao dan By Pass Lubuk Sikaping. Sambil melihat panjat batang pinang masyarakat juga bisa mandi dan menikmati musik dari Embun Water Park.

Dikesempatan tersebut, itu Ketua Pemuda Jorong Taluk Ambun Rony Irawan yang akrab disapa dengan Rohom mengatakan Acara ini adalah acara yang tiap tahun diadakan setelah lebaran idul fitri. Panjat pinang ini disediakan 5 batang yang nantinya akan dipanjat oleh anak-anak, kalangan remaja, dan uniknya ada untuk anak-anak usia 5 tahun serta orang dewasa”, Ujar Rony Irawan.

Acara panjat pinang ini dihadiri, Anggota DPRD Pasaman Rahmi Wahidah, Tokoh Masyarakat, Ninik mamak, Alim ulama cadiak pandai serta Pemuda dan bundo kanduang Jorong Taluk ambun.

Lebih lanjut, Ketua Pemuda Rony Irawan Juga mengatakan bahwa kegiatan panjat pinang ini diselenggarakan dalam rangka sebagai hiburan untuk masyarakat dan juga untuk memeriahkan hari besar islam Idul Fitri.

“Acara ini adalah salah satu upaya agar tidak menghilangkan tradisi, melainkan untuk melestarikan tradisi yang sudah ada”, ucap Ketua Pemuda Roby Irawan. Ia juga berharap untuk kedepannya kegiatan ini dapat terlaksana kembali.

Panjat pinang ini juga mengandung nilai-nilai kerja keras, gotong royong, dan yang paling utama adalah kesabaran untuk bisa naik di ujung pohon pinang tersebut.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Ewilda dan Tuo Bainduak, Ajis Mar mengatakan bahwa di dalam kegiatan ini kesempatan masyarakat untuk saling menguatkan silaturahmi antar sesama.

Panjat pinang adalah salah satu lomba yang dilakukan dengan cara memanjat pohon pinang, kemudian batang pinang itu diberi sabun gomok batang untuk membuat pohon itu licin, supaya nantinya orang yang naik kesusahan, dimana makna panjat pinang ini adalah mereka yang naik tadi harus bisa bekerja sama dan berkorban antara satu dengan yang lain, baik yang di bawah maupun yang di atas. (RIS).