Bupati Pessel; Ayo Kita Wujudkan Pasisia Rancak Secara Bersama

Pessel, Investigasi.news – Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat Rusma Yul Anwar menyampaikan peringatan hari jadi momentum akselerasi dan konsolidasi guna mewujudkan cita-cita pembangunan.

Menurut bupati berbagai ketertinggalan pembangunan daerah akibat faktor eksternal mesti dikejar, sehingga Pesisir Selatan bisa sejajar dengan daerah lain di Ranah Minang yang lebih dulu maju.

“Ayo kita wujudkan Pasisia Rancak secara bersama,” ujar bupati dalam sambutannya saat Paripurna Peringatan hari jadi Pesisir Selatan ke-74 di Painan Kamis (14/04).

Paripurna dihadiri Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, Wakil Bupati (Wabup) Rudi Hariyansyah, Ketua DPRD Ermizen, Wakil Ketua April Habbas Buya Piyai, Wakil Ketua Hakimin dan Wakil Ketua Jamalus Yatim.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldi, Walikota Pariaman Genius Umar, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Sekretaris Daerah (Tanah Datar) Iqbal Rama Dipayana dan Forkompimda Pesisir Selatan.

Ketua TP PKK Titi Rusma Yul Anwar, Wakil Ketua TP PKK Ika Rudi Hariyansyah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bagian, camat dan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan.

Kemudian, bupati melanjutkan pemerintah kabupaten mengakui pandemi COVID-19 memang sedikit berdampak terhadap kelancaran pembangunan, seiring keterbatasan keuangan daerah.

Meski begitu pembangunan harus tetap berlanjut. Pemerintah kabupaten kata bupati terus membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait pembangunan.

Pandemi COVID-19 bukan berarti harus menghentikan kegiatan pembangunan, namun menjadi motivasi dan tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten dalam mengejar ketertinggalan.

“Buktinya ekonomi daerah mampu tumbuh positif, dari -1,11 persen pada 2020 menjadi 3,78 persen di 2021. Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun melebihi target yang ditetapkan,” terang bupati.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 pemerintah kabupaten menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai arus utama pembangunan.

Upaya itu diwujudkan melalui program pendidikan gratis untuk jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan daerah. Selain itu melalui program kesehatan gratis yang diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu.

Saat ini pemerintah kabupaten sedang mendata penduduk miskin yang belum memiliki layanan jaminan pengobatan, agar generasi penerus daerah tumbuh cerdas dan sehat.

“Nah, dari situlah nanti lahir generasi muda daerah yang berdaya saing, tak hanya skala nasional, tapi juga internasional,” tutur bupati.

Pada kesempatan itu Wakil Gubernur (Wagub) Audy Joinaldi mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang tetap optimis menatap masa depan di tengah pandemi COVID-19. Sc/mc