Bupati Rusma Yul Anwar Resmikan SMP N 7 Sutera Jadi Boarding School

Pesisir Selatan, Investigasi.news – Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar resmi memiliki SMP Negeri boarding school.

Bupati Pessel meresmikan SMP Negeri 7 Koto Taratak, Kecamatan Sutera menjadi SMP Negeri boarding school satu-satunya di Pessel.

Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar mengungkapkan, pembentukan SMP Negeri berasrama di Sutera tersebut merupakan implementasi dalam peningkatan kualitas pendidikan.

Implementasi pendidikan ini sesuai dengan visi ke 5 Bupati dan Wakil Bupati Pessel dalam peningkatan kualitas pendidikan yang berdaya saing.

Sesuai target itu, Bupati mengatakan, SMP Negeri berasrama di Pesisir Selatan itu bisa melahirkan siswa-siswa yang berdaya saing dan mumpuni dalam segala bidang pengetahuan.

“Jadi dari awal kita harus membekali semuanya, baik kecerdasan, intelektual nya, spiritual maupun lainnya,” ungkap Bupati Rusma Yul Anwar saat peresmian SMP berasrama itu, Kamis (4/8).

Peresmian SMP Negeri berasrama atau boarding school, langsung hadir Kepala Dinas Pendidikan Pessel, Salim Muhaimin beserta sejumlah Kepala OPD lainnya.

Selain Kepala OPD, juga hadir Anggota DPRD Pessel Dapil Sutera-Lengayang, Jamalus dan Abdul Muis serta Camat dan Kapolsek setempat.

Bupati menjelaskan, selain peningkatan capaian kualitas pendidikan, sekolah berasrama itu juga diharapkan mampu mengatasi persoalan pendidikan selama ini.

“Yang jelas kita melihat persoalan pendidikan seperti ini, dan apa yang harus kita lakukan dalam mengantisipasinya,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Salim Muhaimin mengaku, SMP berasrama itu menerapkan sistem belajar kurikulum merdeka.

Ia menjelaskan, kurikulum merdeka merupakan sistem pelajaran berbasis potensi peserta didik.

“Jadi artinya tidak kita generalisasi, pokoknya berbasis potensi,” terangnya.

Smentara, untuk kesiapan sarana dan SDM, Salim mengaku semuanya sudah memenuhi standar.

Setidaknya, tahap awal untuk selama satu semester Pemkab telah menganggarkan Rp1,2 miliar.

Rp1,2 miliar itu, dialokasikan untuk kebutuhan proses belajar dan mengajar di sekolah itu, termasuk ekstrakurikulernya.

“Nanti akan kita kendali, dan kita optimalkan lagi. Bagaimana SMP berasmara bisa menjadi percontohan,” terangnya. Mc