Lapas Narkotika Sawahlunto dan BINDA Sumbar Bersinergi Gelar Vaksinasi Booster

Sawahlunto, investigasi.news – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sumbar bersinergi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto, Sumatera Barat mengadakan vaksinasi booster bagi warga binaan untuk mencegah penularan Covid-19 di Lapas Narkotika Sawahlunto, pada Senin, 18 April 2022. 

Vaksin booster ini dalam rangka hari Bakti Pemasyarakatan ke 58 Tahun dan percepatan target vaksinasi.

Menurut Koordinator Binda Sumbar Wilayah Sawahlunto, bulan Ramadhan ini merupakan momen yang sangat penting untuk dilakukan vaksinasi supaya mengurangi dan mencegah penyebaran covid-19 terutama menjelang Idul Fitri 1443H.

“Kami bersama Lapas Narkotika, Dinkes, TNI dan Polri akan tetap fokus melakukan upaya percepatan vaksinasi covid-19 baik dosis primer, maupun Booster bagi masyarakat salah satunya warga binaan di Lapas Narkotika ini” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto, Nasir, Sos, MH, mengatakan, bahwa vaksin booster itu diikuti oleh seluruh warga binaan dan pegawai yang belum Booster.

“Total warga binaan pemasyarakatan yang akan divaksin sekitar 300 orang lebih dan petugas 7 orang. Pada kesempatan tersebut, 60 orang peserta vaksin pertama akan mendapatkan Souvenir berupa Peci Sholat dan Tasbih yang merupakan dukungan dari BINDA Sumbar,” ucapnya.

Ia mengatakan, petugas kesehatan akan terus mendata berapa jumlah warga binaan yang bisa divaksin booster pada pelaksanaan vaksinasi hari ini.

Sisa dan tambahnya, bakal dilanjutkan besok, sehingga semua warga binaan pemasyarakatan dan petugas diharapkan sudah divaksin dan bisa tenang melakukan aktivitas sehari-hari.

Ia menambahkan, vaksinasi itu terlaksana berkat kerjasama dengan Binda Sumbar, Polri, Puskesmas Kolok, dan Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto.

Vaksin Ini dilakukan juga untuk memberikan kekebalan tubuh dan menambah imun tubuh, sehingga terlindung dari COVID-19 dan varian Omicron yang masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.

“Ini tujuan dari vaksin dan berharap pandemi COVID-19 menjadi endemi,” tutupnya. (Rilis BINDA Sumbar)