KKN PPM Unand di Nagari Palangki Sijunjung Bantu Cegah Penularan PMK

Sijunjung, Investigasi.news – Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Andalas (KKN – PPM UNAND) yang digelar sejak tanggal 25 Juli 2022 sampai 27 Agustus 2022 di Nagari Palangki Kabupaten Sijunjung turut menggelar aksi sosial membantu mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di nagari sentra pasar ternak itu.

Diketahui, Nagari Palangki terkenal dengan tempat terjadinya jual beli hewan ternak seperti sapi dan kerbau dari berbagai umur, jenis, dan berat. Pasar ternak yang terdapat di Nagari Palangki merupakan pasar sentral yang terletak di lintas Sumatera Barat. Keberadaan pasar ternak ini sudah terkenal dikalangan pedagang yang berasal dari bebagai provinsi di Pulau Sumatera.

Ketua KKN PPM Unand di Palangki Ahmad Rizki Ramadhan menyatakan pada pertengahan tahun 2022 diketahui bahwa Pasar Ternak Palangki ditetapkan sebagai zona merah pasca ditemukannya dua ekor sapi yang terkonfirmasi terkena PMK

“ Penyebab utama PMK menyerang ternak masyarakat diantaranya adalah kurangnya kebersihan kandang sehingga virus mudah menyebar dan berkembang di mulut dan kuku ternak. Untuk mengatasi PMK dapat dilakukan dengan pemberian obat antibiotik, antipiretik dan vitamin” kata Rizki .

Hal itu dibenarkan Ayu Sri Wahyuni mahasiswa yang ikut KKN – PPM UNAND, bersama 26 mahasiswa yang ikut kegiatan dengan bimbingan Dr. Ir. Tinda Afriani, MP itu bersama Puskeswan menggencarkan aksi pencegahan PMK dengan mengadakan vaksinasi pada ternak.

Dan vaksinasi ini dilakukan dengan mendatangi langsung peternak yang ada di Nagari Palangki, terlebih pihak Puskeswan memiliki target untuk memberi vaksin pada ternak sebanyak 100 ternak dalam satu hari dengan tujuan membentuk antibodi ternak dan terhindar dari penyakit PMK

Selain itu, peternak juga dapat menjaga pola makan hewan yang diiringi dengan pemberian vitamin pada hewan. Peternak yang berada di Nagari Palangki sendiri sudah menggunakan obat-obatan tradisional dalam upaya penyembuhan PMK

Ayu Sri Wahyuni menambahkan pada saat berkunjung ke kandang peternak, banyak peternak yang menggunakan obat-obatan tradisional untuk menyembuhkan PMK.

“ Bahan yang digunakan untuk ramuan tesebut yaitu berupa kunyit, jahe, dan daun kapas yang diremas lalu diberikan pada ternak. Pemberian obat tradisional ini dilakukannya selama 7 hari”, pungkasnya. (T.Ab)