KKN PPM Unand di Nagari Palangki Sijunjung Upaya Cegah Stanting

Sijunjung, Investigasi.news – Sebanyak 26 mahasiswa Universitas Andalas Padang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Andalas (KKN – PPM UNAND). KKN itu dilakukan di Nagari Palangki, Kabupaten Sijunjung sejak tanggal 25 Juli 2022 sampai 27 Agustus 2022.

KKN PPM Unand dibawah bimbingan Dr. Ir. Tinda Afriani, MP itu sebagai bentuk pengabdian mahasiswa ke masyarakat yang bertujuan mengasah keterampilan, menimbulkan kepedulian, meningkatkan kemandirian, menjalin kerjasama antar tim dan juga memberi solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh nagari.

Diantaranya ada permasalahan utama yang menjadi program kerja dari nagari merupakan pencegahan Stunting. Menurut WHO, Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Menurut data dari BKKBN Sumbar.

Tercatat, di Kabupaten Sijunjung memiliki jumlah kasus stunting cukup tinggi dengan angka prevelensi 30,1 persen atau sebanyak 32.772 anak. Dan stunting masih menjadi permasalahan yang serius dan harus segera ditanggulangi agar angka stunting bisa mengalami penurunan dan sesuai dengan anjuran WHO.

Dari permasalahan yang ada mengenai stunting, mahasiswa KKN-PPM Unand merancang sebuah program kerja dalam rangka mencegah stunting pada balita yaitu dengan melakukan pendataan pada balita, menimbang berat badan dan juga pembagian susu untuk membantu pertumbuhan balita di nagari Palangki.

Ketua KKN PPM Unand di Palangki Ahmad Rizki Ramadhan menyatakan diketahui susu merupakan salah satu minuman yang mengandung berbagai nutrisi yang baik dalam tumbuh kembang anak. Susu dapat membangun jaringan otot dan tulang ketika berada dalam fase pemulihan setelah beraktivitas atau sakit.

Sebagai sumber gizi yang lengkap, jelasnya dimana susu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral ini praktis untuk dikonsumsi dan rasanya yang disukai oleh anak-anak. Dengan meminum susu, asupan protein hewani yang terdapat dalam susu terbukti dapat mencegah stunting”, kata Rizki.

Kegiatan ini diawali dengan melakukan pendataan balita yang ada kepada bidan di Nagari Palangki. Selanjutnya, dari data yang didapat mahasiswa- mahasiswi KKN-PPM Unand berjalan dari rumah ke rumah warga lainnya untuk memberikan susu dan melakukan penimbangan berat badan kepada anaknya. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari di setiap jorong yang ada di Nagari Palangki.

Diharapkan dengan pembagian susu yang dilakukan mahasiswa KKN kepada balita yang ada di Nagari Palangki, diharapkan agar orang tua dapat memahami pentingnya minum susu dan mampu mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membantu dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak. (T.Ab)