Sumbar Bakal Kena Imbas, Jika Program 1000 Sapi Solsel Gagal

Solok Selatan, investigasi.News – Lima bulan telah berlalu, program unggulan Bupati Solok Selatan Khairunas yaitu 1000 sapi baru dimulai. Namun saat media ini mendatangi salah satu kelompok tani yang ikut mengelola program unggulan Bupati Solok Selatan yaitu kelompok tani Saiyo yang terletak di jorong liki Nagari lubuak gadang Barat Daya kecamatan Sangir Induk pada 3 Mei 2022 menyampaikan tentang kematian sapi yang di kelola kelompok tani Saiyo, dan didapati 4 orang anggota kelompok tani yang sedang berada di kandang tersebut yang mengatakan hal yang sama.

Kemudian media ini mencoba menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada anggota yang sedang berada di kandang tersebut. salah seorang anggota kelompok membenarkan dan menjelaskan, memang ada 3 ekor sapi telah mati. 

Selain itu mereka juga menerangkan ada 16 ekor sapi telah dijual. 10 diantaranya dijual dalam keadaan sakit. harga bervariasi mulai Rp 3 juta – Rp 5 juta”, tambah anggota kelompok tersebut. 

Penjualan sapi tersebut telah disetujui dinas terkait katanya. dan hasil penjualan sebagian di sisihkan untuk pekerja dan sebagian disetorkan ke dinas” terang anggota kelompok itu lagi. 

Sementara penyebab kematian 3 ekor sapi tersebut mereka juga tidak mengetahui apa penyebabnya. Keluhan kelompok tani Saiyo saat ini katanya “tidak ada penerangan, tidak adanya sumber air minum untuk sapi yang memadai. kalau untuk minum sapi saat ini hanya mengambil dari air yang digenangi lalu di tarik dengan mesin diesel kecil”, ungkapnya. 

Keluhan yang lain, “ada sekitar 15 ekor lebih, sapi yang datang gelombang kedua. di ragukan untuk bisa penggemukan, karena jenis sapi tersebut dikategorikan sapi perah /penghasil susu. Namun sapi yang mereka rawat tidak akan bisa menghasilkan susu. karena sapi tersebut semua jantan. Penjelasan mereka sudah jalan 5 bulan. tidak ada perkembangan terhadap daging. sapi tersebut tetap kurus. 

Keluhan lainnya mereka menjelaskan, sampai sekarang belum ada kepastian terhadap anggota yang turut bekerja. seperti upah dan pembelian rumput, sementara kami punya anak istri yang harus kami beri makan dan harus memenuhi kebutuhan hidup lainnya kata salah seorang anggota kelompok Tani Saiyo. 

Hasil konfirmasi dengan Kabid Peternakan Solok Selatan menjelaskan “Kelompok tani saiyo merupakan salah satu kelompok pelaksana kegiatan desa korporasi sapi di Solok Selatan melalui anggaran kementerian pertanian.

“Kelompok tani tersebut diwadahi oleh sebuah lembaga koperasi yang dibentuk atas kebersamaan dan persetujuan oleh setiap anggota kelompok tani”.

“Jadi artinya koperasi tersebut merupakan wadah induk sebagai pengelola operasional bagi masing-masing kelompok tani pelaksana kegiatan korporasi bang.

“Sesuai dengan petunjuk teknis dari kementerian pertanian, bahwasanya ternak sapi bantuan tersebut sudah boleh dan bisa dilakukan penjualan minimal setelah 2,5 bulan masa pemeliharaan.

“Berdasarkan BAST dri pihak kementerian pertanian, sampai dengan pertengahan April kemarin sudah ada kurang lebih 16 ekor sapi yg boleh dijual.

“Proses penjualan dilakukan oleh kelompok tani melalui pengawasan oleh pihak koperasi dan ikut diketahui oleh di as pertanian.

“Untuk selanjutnya hasil penjualan sapi tersebut dipergunakan untuk membeli kembali sejumlah ternak yg dijual, dan selisih harga dari hasil penjualan dengan pembelian tersebut dipergunakan untuk biaya operasional selama proses pemeliharaan.

“Satu lagi bang, pengurus koperasi merupakan gabungan dari beberapa pengurus Kelompok Tani juga. Mengenai persoalan sapi yg mati bang, itu sudah berdasarkan pemeriksaan oleh dokter hewan.. penyebab nya mungkin bisa jadi karena perawatan yg kurang intensif oleh kelompok tani bang. 

Lebih lanjut, jum’at 13 Mei 2021 diruang kerjanya Kadis Pertanian Solok Selatan di dampingi Kabid peternakan Solok Selatan, media ini konfirmasi seputar kematian 3 ekor dari 100 ekor sapi bantuan kementrian, yang di kelola Kelompok Tani Saiyo. Penjelasan Kadis tersebut menurutnya sama dengan apa yang sudah diterangkan oleh Kabidnya. 

Hanya saja kegagalan yang terjadi pada kelompok tani Saiyo, karena kurang cekatan nya kelompok tersebut dalam merawat sapi bantuan tersebut.

Kenyataan penjelasan dari Kadis Pertanian, tentang kurang rawatan kelompok terhadap sapi tersebut, di saat media ini buktikan, tidak bersihnya kandang, yang seharusnya kohe /kotoran sapi harus dibersihkan begitu juga sapi tersebut harus dimandikan. 

Kadis Pertanian nyatakan ke media ini, upaya pengawasan dan arahan dari kami telah maksimal. semua tenaga yang berkaitan dengan program sapi tersebut telah di kerahkan. 

Tentang Data kematian sapi pada 4 kelompok lain. sampai sekarang belum ada laporannya, hanya saja rata rata semua kelompok telah menjual 20 ekor sapi. kata Kabid peternakan kabupaten Solok Selatan.

Tentang lampu untuk penerangan dan kebutuhan lainnya, pihak dinas telah melayangkan surat ke PLN namun sampai sekarang belum ada tanggapan pihak PLN ungkap Kadis Pertanian Solok Selatan di ruang kerjanya”, mengakhiri paparannya. Deno