SASTRA  

Keringat Dan Air Mata Itu Rasanya Asin

Mengapa keringat dan airmata Itu rasanya asin, karena yang namanya usaha dan perjungan itu tidak ada yang manis.

Roda kehidupan memang berputar tidak selamanya diatas dan tidak selamanya di bawah, kalaulah sedang di atas ingatlah waktu kita dibawah, sebaliknya kalau kita sedang dibawah disitulah kesabaran kita sedang diuji.

Waktu hidup sedang di atas Allah beri berkecukupan, namun ada kalanya hidup berada di bawah yang artinya serba kekurangan, itu lah hidup.

Rutinitas saat membersihkan tanah yang akan dijual. (Foto: dokumentasi)

Banyak orang miskin jadi sukses dan banyak juga orang kaya jatuh miskin, dan itu adalah takdir yang sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT. Apapun keputusan Allah harus di syukuri, dan yakinlah kalau kita tidak mencoba hidup di bawah kapan kita akan merasakan meneteskan air mata saat berdoa kepada Allah. Kapan kita tahu siapa orang yang betul-betul sahabat kita, karena hakekatnya saat di bawah itulah kita akan melihat siapa yang setia terhadap kita, baik itu saudara, teman, sahabat, bahkan pendamping kita sendiri.

Tahun 2012 s.d 2015 ada seorang anak muda yang usahanya sedang jatuh hancur-hancuran, boleh dikatakan kalau dalam bahasa minang (jatuah tapai).

Kemudian belajar menjual tanah kavling, berkat sabar dan berdoa kepada Allah ada yang beli tanah kavling lewat anak muda itu. Modal hanya Fb, kertas dan pena, di promosikan lewat fb dan ditulis lewat kertas dengan cara dicopy sebanyak-banyaknya, dibagi-bagi ke toko-toko dan ATM-ATM, berkat sabar dan ketekunannya banyak juga yang mengambil melalui anak muda tersebut.

Meskipun Hujan tetap melakukan kegiatan mengukur tanah. (Foto: Dokumentasi)

Berselang waktu, terbetik ke telinga seorang pengusaha kavling kala itu, yang boleh dibilang sangat terkenal di Lubukbasung dengan julukan raja kavling beliau bernama Juli Anwar atau pak Yun. Dengan beliau anak muda tersebut ketemu di sebuah rumah makan dan beliau minta tolong untuk menjualkan tanah kavling beliau yang berada di Talago, dijawabnya InshaAllah, besoknya dia langsung ke lokasi untuk membersihkan lokasi, setelah bersih pemuda tersebut langsung mempromosikannya, dan dalam dua hari saja tanah laku terjual, beliau waktu itu di Jakarta dan ada rasa tak percaya pada beliau.

Setelah beliau sampai di Lubukbasung malamnya semua pembeli di bawa kerumah beliau untuk membuat surat perjanjian jual beli dan membayar sekaligus.

Waktu itu setiap uang yang di dapat dibayarkan ke hutang, dan pada pak yun di bilangnya oleh anak muda itu bahwa dia bangkrut, itu makanya dia kerja ini mati-matian karena uangnya untuk bayar hutang sama orang lain dan Bank, waktu itu anak itu masih mengunakan jasa Bank tapi 7 tahun kesini sang anak muda itu tidak lagi pakai jasa Bank.

Suatu malam pak yun bilang mau bawa anak muda itu untuk kerjasama, disepakati anak muda itu diberi tugas mengawas kavling satu lokasi diberi jasa 5 juta, sang anak muda merasa itu terlalu besar diberi gaji 5 juta satu lokasi kalau hanya mengawas, sang juragan itu bilang ingin membantu terima saja.

Setelah disepakati sang anak muda itu tidak tinggal diam, di lokasi ikut kerja dengan pekerja mulai mengali bandar, bongkar pasir, ikut mengukur dan sampai menjualkan dan mengurus surat -surat di kerjakan, tidak pernah lelah, malam juga hadir dirumah bos untuk menyelesaikan administrasi.

Anak muda itu beberapa hari kerja terlihat lelah karena sebelumnya tidak bekerja seberat ini, tapi karena ingin lepas dari hutang apapun dikerjakan yang penting halal itu prinsip anak muda itu.

Semua pekerja PT Yumira senang sama pemuda tersebut, karena disamping ikut kerja juga kalau ada rezeki dapat dari komisi menjual pekerja di traktir, pemuda tersebut sering minta doa pada anggota pekerja untuk dimudahkan rezeki dan tetap sehat.

Rutinitas saat membersihkan tanah yang akan dijual. (Foto: dokumentasi)

Suatu hari anak muda itu hampir menitikkan air mata disebuah kaca spion mobil, karena kulit wajahnya terkelupas karena matahari, sampai dirumah salah satu anak dari anak muda itu bertanya, kenapa muka ayah hitam dan terkelupas, sang anak muda itu menjawab, inilah hidup anakku semua harus dicoba, andaikan ayahmu tidak bangkrut usahanya, tidak akan merasakan ayahmu, ASINNYA AIR MATA ITU BERCAMPUR KERINGAT, tidak akan merasakan terkelupasnya kulit wajah karena panasnya matahari, tidak akan tahu berapa jumlah kawan ayah, tidak akan tahu siapa sahabat yang selalu ada di waktu ayahmu seperti ini anakku.

Dari sinilah kita tau, bahwa apabila kamu jatuh itu tanda Allah sayang padamu. Dan Allah akan membalas setiap perjuangan dengan hasil yang luar biasa indah.