SASTRA  

Percayalah Pertolongan Allah Itu Ada Dan Tidak Akan Masuk Logika Manusia

Seringkali setiap hal yang kita jalani mendapatkan rintangan. Namun emosi kita terpancing dengan rintangan tersebut, tanpa sadar kadangkala dari rintangan itu lah tanda kasih sayang Allah SWT terhadap kita diperlihatkan.

Seperti hal yang saya alami ini, jadi suatu hari disalah satu mesjid sehabis shalat subuh saya dengar ada suara angin yang keluar dari salah satu ban mobil, setelah di cek rupanya memang ban belakang sebelah kiri.

Dalam pikiran saya, mungkin setelah semalaman di kendarai mungkin ada paku atau kena batu yang menancap di ban tersebut.

Meski begitu, saya tetap menyuruh semua keluarga kecil naik ke mobil, saya langsung duduk dibelakang kemudi untuk melanjutkan perjalanan. Kali ini tujuan pertama mencari tempel ban terdekat dulu. Kalau diperkirakan angin ban itu bisalah bertahan satu kilometeran. Selama dalam perjalanan suara angin keluar tetap ada dari ban tersebut, beberapa tempel ban saya berhenti tapi tetap orangnya belum buka.

Dalam pikiran saya, bukan saya tidak mau untuk buka ban dan diganti dengan ban serap, tapi lebih baik ban yang bocor ini diperbaiki dulu tukang tempel untuk kondisi lebih darurat nantinya.

Selama perjalanan, saya berdoa terus supaya ketemu tukang tempel ban, rupanya doa itu terkabul, saya bilang sama tukang tempel ban untuk tambah angin saja, sibapak itu bilang ban saya bocornya besar dan harus ditempel, sang bapak itu terlihat baru bangun dan beliau mau membantu, tapi saya merasa kasihan melihat beliau dan saya putuskan untuk ditambah aja anginnya tapi di lebihin, baru di isi angin, angin berhenti keluar, sang bapak bertanya kok bisa tidak keluar anginnya, saya bilang mungkin doa bapak beliau tersenyum, saya tanya berapa biaya tambah angin, beliau bilang 2000, saya kasih uang 5000 dan saya bilang ambil aja, beliau berusaha untuk mengembalikan dan saya berusaha untuk tidak menerima pengembalian, akhirnya beliau terima dan beliau bilang mudah-mudahan aman-aman saja, setelah itu saya melanjutkan perjalanan dan masih was-was karena takut angin ban kembali habis.

Alhamdulillahnya doa seorang tukang tempel ban itu terkabul sampai saat ini ban tersebut tidak kurang-kurang anginnya.

Jadi intinya jangan pernah sepelekan pekerjaan saudaramu bisa jadi doa mereka untukmu itulah yang Allah kabulkan, mungkin karena keramahan dan kesopanan saya datang pada beliau membuat beliau tulus untuk mendoakan, hargailah semua orang mungkin kamu tidak tahu bahwa mereka selalu mendoakanmu, jangan pernah kamu sakiti hati saudaramu bisa jadi itulah yang membuat doa-doamu tertunda Allah kabulkan.