14 November Moment Peringati HUT Brimob

Padang Panjang, Investigasi.news – Korps Brimob Polri memiliki sejarah panjang yang bisa ditarik bahkan hingga sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan pada tahun ini akan mencapai usia ke-77.

Sejarah dibentuknya Brimob berawal dari kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia untuk membentuk suatu organisasi semi militer yang dikhususkan sebagai cadangan polisi.

Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan Jepang pada saat itu yang memerlukan suatu satuan yang bisa bergerak dengan cepat serta memiliki tingkat mobilitas yang tinggi

Sebagai organisasi semi militer, cadangan polisi ini juga bisa diterjunkan sebagai tenaga tempur. Atas dasar itu, pemerintah pendudukan Jepang membentuk satuan Polisi Khusus yang dikenal dengan Tokubetsu Keisatsu Tai.

Tokubetsu Keisatsu Tai dibentuk pada April 1944 dan beranggotakan para polisi muda. Tokubetsu Keisatsu Tai dibentuk di seluruh karesidenan di Jawa, Madura, serta Sumatra.

Berbeda dengan polisi biasa, Tokubetsu Keisatsu Tau dilengkapi persenjataan yang lebih mumpuni dan lengkap. Calon anggotanya juga mendapatkan latihan dan pendidikan militer dari tentara Jepang.

Oleh karenanya, para anggota dari Tokubetsu Keisatsu Tai ini merupakan satuan kepolisian yang memiliki kedisiplinan tinggi, organisasi yang rapi, dan juga anggota yang terlatih

Kemudian ketika Jepang menyerah terhadap sekutu dalam Perang Dunia Kedua, memberi kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan, dan pada 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka dari segala bentuk penjajahan serta pendudukan bangsa asing.

Pada masa peralihan menuju kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan, Tokubetsu Keisatsu Tai tetap eksis tidak seperti organisasi militer dan semi militer bentukan Jepang yang lain yang dibubarkan.

Alih-alih dibubarkan, satuan polisi gerak cepat ini justru menjadi salah satu alat bagi bangsa Indonesia dalam meraih serta mempertahankan kemerdekaannya.

Para anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pelopor dalam pelucutan dan perebutan senjata, serta memaksa pembukaan gudang-gudang senjata secara paksa

Senjata yang berhasil dikumpulkan tersebut kemudian dibagikan kepada mantan anggota organisasi militer, semi militer, serta pejuang lainnya dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Eksistensi Tokubetsu Keisatsu Tai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga ditegaskan oleh Inspektur Polisi Tk. I Mohammad Jasin pada 21 Agustus 1945 dalam sebuah apel yang berlangsung pada pagi hari tersebut di Markas Kesatuan Polisi Istimewa.

Mohammad Jasin membacakan teks proklamasi dari pasukan Polisi Istimewa yang menyatakan bahwa Polisi Istimewa bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahan kemerdekaan serta menyatakan bahwa Polisi Istimewa sebagai Polisi Republik Indonesia.

Berangkat dari sini, Polisi Istimewa juga merupakan cikal bakal dari kelahiran Kepolisian Negara Republik Indonesia

kemudian, setelah lebih dari satu tahun berperan penting dalam upaya perebutan objek vital dan strategis kemiliteran di Jawa dan Sumatra, pada 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi satu, yaitu Mobile Brigade (Mobrig), atau yang kini kita kenal sebagai Brigade Mobil (Brimob). Hal inilah yang menjadi cikal bakal dijadikannya 14 November menjadi Hari Brimob di Indonesia

Sebagai bagian integral dari Polri, Korps Brimob memiliki tugas dalam mencegah dan menanggulangi gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat, seperti kerusuhan massa, kejahatan terorganisir yang melibatkan penggunaan senjata api dan bahan peledak.

Tugas dari Korps Brimob tersebut dilandaskan berdasarkan fungsi sebagai satuan pamungkas Polri yang dilengkapi dengan kemampuan spesifik penanggulangan keamanan dalam negeri.

Selain itu, Korps Brimob juga memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam.

Salah satu peran Korps Brimob Polri dalam menjaga keamanan dalam negeri, yaitu keterlibatannya dalam menangani kasus serta ancaman terorisme yang ada di Indonesia.

Selain itu, mulai intensif dilibatkan dalam upaya penanggulangan terorisme di Indonesia setelah terjadinya teror Bom Bali I. Salah satunya yaitu kasus terorisme di wilayah Poso, Sulawesi Tengah di mana Korps Brimob tergabung dalam operasi Tinombala yang juga diisi oleh para personel dari Tentara Nasional Indonesia. Km